Berani Beda! Pria Ini Malah Nyawer Kotak Amal saat Nonton Dangdut

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nyawer biduan saat nonton dangdut sudah menjadi hal yang biasa.

Namun, pria ini sangat anti mainstream. Ia lebih memilih nyawer kotak amal daripada menyawer biduan.

Dari video yang beredar, terlihat para penonton yang lain asyik berjoget di depan panggung menikmati lagu.

Tapi tidak dengan pria ini yang malah berada di depan kotak amal memasukan uang seraya berjoget.

Video pria nyawer kotak amal tersebut diunggah oleh akun @dprhiburanmalam pada laman media sosial Twitter dan menuai banyak komentar yang tidak kalah kocak dengan videonya.

“Stay halal brother,” tulis pemilik akun.

“Sawer versi cari pahala,” tulis netizen.

“Definisi beramal sambil bersenang-senang. Good job,” tambah netizen.

“Malaikat pasti seneng nih sama hamba-Nya yang suka bersedekah,” kata netizen.

“Saweran berujung berkah masha Allah akhi,” ujar netizen.

“Sebuah ide bagus, tiap ada konser dangdut sabilah di area panggung dikasih kotak amal begini,” ucap netizen.

“Pasti malaikat lagi bingung ini dosa atau kebaikan,” tutup netizen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Penyerahan Dana 11.4 T Bukti Ketegasan Hukum dan Integritas Pemerintah Selamatkan Aset Negara

Oleh: Ahmad SubarkahPemandangan tumpukan uang tunai senilai Rp11,4 triliun di Kantor Kejaksaan Agung pada Jumat, 10 April 2026, bukan sekadar seremonial birokrasi biasa yang kerap menghiasi layarkaca. Bagi publik yang jeli melihat arah kebijakan nasional, peristiwa tersebut adalah proklamasiatas babak baru penegakan hukum di Indonesia, yakni sebuah fase di mana hukum tidak hanyaberfungsi memenjarakan badan, tetapi juga secara agresif memulihkan urat nadi perekonomiannegara. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang baru berjalan sekitar satu setengahtahun, langkah strategis melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) telah menjelmamenjadi instrumen penyelamat fiskal yang sangat konkret dan terukur. Fenomena ini menandaipergeseran paradigma penegakan hukum dari yang bersifat retributif semata menjadi restitusifinansial yang masif demi kepentingan rakyat banyak.Langkah pemerintah dalam menarik denda administratif dan menyita aset hasil kejahatan sektorkehutanan merupakan jawaban cerdas sekaligus berani atas tantangan defisit anggaran yang sedang membayangi. Sebagaimana diketahui, data kuartal pertama tahun 2026 menunjukkanbahwa APBN per 31...
- Advertisement -

Baca berita yang ini