Inilah 4 Makanan Pengganti Nasi untuk Sahur Selain Mie

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kita tidak akan lepas dari makan nasi, sebab nasi merupakan makanan pokok di Indonesia. Biasanya ada juga yang makan sahurnya sedikit dan mengganti nasi dengan mie.

Tidak ada salahnya mengganti nasi dengan beberapa menu alternatif lainnya. Tanpa perlu khawatir tentunya makanan pengganti ini bisa buat kenyang lebih lama dan tetap bikin tambah semangat menjalani ibadah puasa.

Terkadang kita juga menggantinya dengan makan mie. Tapi lebih baik untuk tidak terlalu sering makan mie karena tak bagus juga untuk tubuh.

Inilah empat makanan pengganti nasi untuk sahur selain mie.

  • Ikan

Selain sehat, ikan kaya akan protein yang cukup tinggi. Tapi usahakan untuk tidak menggorengnya, ikan lebih baik diproses dengan dipanggang, dipepes, atau dibakar.

  • Roti

Roti yang bagus untuk dikonsumsi adalah roti gandum. Sebab kandungan proteinnya tinggi dan baik untuk menjaga kesehatan jantung.

  • Jagung

Jagung merupakan salah satu makanan yang memiliki kandungan protein dan antioksidan yang cukup tinggi. Sehingga baik untuk dikonsumsi saaat sahur.

  • Kentang

Biasanya orang Indonesia mengganti nasi dengan kentang. Sebab kentang mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh, yakni kaya akan serat, karbohidrat, magnesium, folat, vitamin C dan B6.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kebijakan DHE SDA Perkuat Fondasi Ekonomi Rakyat dan Stabilitas Keuangan

Oleh: Dhita Karuniawati )*Pemerintah resmi memberlakukan kebijakan baru terkait Devisa Hasil Ekspor SumberDaya Alam (DHE SDA) mulai 1 Juni 2026. Kebijakan ini menjadi salah satu langkahstrategis yang ditempuh pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasionalmelalui peningkatan retensi devisa di dalam negeri. Langkah tersebut tidak hanyabertujuan menjaga stabilitas sektor keuangan, tetapi juga memastikan bahwa manfaatdari kekayaan sumber daya alam Indonesia dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.Di tengah kondisi ekonomi global yang masih diwarnai ketidakpastian, ketegangangeopolitik, serta fluktuasi pasar keuangan internasional, kemampuan suatu negara dalam menjaga cadangan devisa menjadi faktor penting untuk mempertahankanstabilitas ekonomi. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah terus berupayamemperkuat ketahanan ekonomi nasional agar tidak mudah terpengaruh oleh guncangan eksternal. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kebijakanpengelolaan DHE SDA yang lebih optimal. Selama ini, sebagian besar devisa hasil ekspor sumber daya alam masih banyaktersimpan di luar negeri sehingga manfaatnya bagi perekonomian domestik belummaksimal. Padahal, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil komoditasterbesar di dunia, mulai dari batu bara, minyak sawit, nikel, tembaga, hingga berbagaiproduk mineral lainnya. Potensi devisa yang dihasilkan sektor tersebut sangat besardan dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi nasional apabila dikelola secara tepat.Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2026, pemerintah mewajibkan eksportirsektor sumber daya alam untuk menempatkan devisa hasil ekspornya di dalam negeri. Kebijakan tersebut dirancang sebagai bagian dari strategi jangka panjang untukmemperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, meningkatkan likuiditas valuta asing, dan memperluas ruang pembiayaan pembangunan nasional.Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan bahwa pemerintahmewajibkan eksportir sumber daya alam untuk merepatriasi devisa hasil ekspornya kedalam negeri dengan tingkat kepatuhan penuh. Menurutnya, kebijakan tersebutdirancang untuk meningkatkan ketersediaan valuta asing di pasar domestik, menjagastabilitas nilai tukar rupiah, serta memperkuat pembiayaan pembangunan nasional. Dalam ketentuan baru tersebut, eksportir sektor nonmigas diwajibkan menempatkan100 persen DHE...
- Advertisement -

Baca berita yang ini