Api PON Papua Sudah Tiba di Jayapura Usai Lewati Ribuan Kilometer

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAYAPURA – Api PON Papua yang dibawa dari Sorong akhirnya tiba dengan selamat di Kota Jayapura. Kirab api PON XX ini menempuh perjalanan 3.367 Kilometer dari Provinsi Papua Barat menuju Kota Jayapura.

Menurut penjelasan Sekretaris Umum PB PON XX Papua Elia Loupatty, kirab api PON XX Papua pertama kali dibawa dari Kampung Klamono, Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat. Api tersebut kemudian dibawa melintasi tujuh wilayah adat di Papua mulai dari Bomberai-Domberai, Papua Barat. Dan Saereri, Mee Pago, La Pago, Tabi, Papua.

“Kirab api PON XX Papua pertama kali dibawa dari Kampung Klamono, Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, Kota Sorong Papua Barat, melintasi Kabupaten Biak Numfor, Timika, Wamena, Merauke, Kota Jayapura, dan Kabupaten Jayapura,” ujarnya, Jumat 1 Oktober 2021.

Adapun pembukaan PON XX akan digelar pada Sabtu 2 Oktober 2021. Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan membuka secara langsung pesta olahraga antar daerah tersebut dan ia sudah tiba di Kota Jayapura.

Selain membuka gelaran PON Papua, Jokowi juga bakal meresmikan sejumlah proyek infrastruktur di Papua.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini