Waspada, Puncak Gunung Lokasi Ideal KST Papua untuk Bersembunyi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Puncak gunung khususnya di kawasan Kampung Tua di atas Gunung Impura, Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen menjadi tempat persembunyian dan latihan perang bagi kelompok separatis dan teroris (KST) Papua. Salah satu anggotanya yaitu Adi Rawai berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian.

Pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta menilai bahwa pemilihan lokasi yang tidak mudah diakses seperti puncak gunung menjadi andalan KST Papua.

“Yang namanya tempat persembunyian pasti dipilih tempat yang tidak mudah diakses, mudah melakukan pemantauan, dan tidak mudah diduga oleh orang lain atau pihak lawan, puncak gunung adalah salah satu tempat ideal untuk persembunyian bagi KST di Papua. Apalagi mereka benar-benar menguasai medan, yang tentu berbeda penguasaannya dengan TNI Polri,” kata Stanislaus kepada Mata Indonesia News, Sabtu 18 Desember 2021.

Menurut keterangan Satgas Nemangkawii, rumah atau pondok yang digeledah kerap dijadikan sebagai markas komando. Selain itu, sejumlah barang bukti juga sudah diamankan mulai dari senjata tajam seperti gergaji, badik, sangkur hingga parang dan senjata rakitan.

Pakaian dinas lapangan (PDL) bermotif loreng-loreng lengkap dengan baret berwarna merah juga ditemukan di lokasi. Polisi juga mengamankan sejumlah atribut yang berkaitan dengan bintang kejora seperti bendera, ikat kepala hingga buku-buku referendum.

Namun dalam penggeledahan tersebut polisi tidak menemukan sejumlah alat komunikasi atau elektronik yang digunakan oleh para tersangka. Hal ini diduga karena ada indikasi tersangka lain sudah mengamankan sejumlah barang bukti saat meninggalkan markas.

“Yang jelas sudah sampai TKP, situasi sepia tau ditinggalkan dalam keadaan kosong. Jadi kemungkinan semua yang berkaitan dengan BB (Barang Bukti) lainnya tidak ada, atau sudah dibawa mereka,” kata Kepala Operasi Nemangkawi, Brigjen Ramdani Hidayat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pengalihan Distribusi Minyakita: Masyarakat Lebih Mudah Dapatkan Minyak Goreng Terjangkau

Oleh : Nindia Rizki Fitri*Pemerintah mempertegas komitmennya dalam menjaga keterjangkauan kebutuhan pokokmasyarakat melalui kebijakan pengalihan seluruh pasokan Minyakita ke pasar rakyat. Langkahtersebut menjadi strategi yang tepat untuk memastikan minyak goreng bersubsidi benar-benardapat diakses oleh masyarakat luas, khususnya kelompok berpenghasilan menengah ke bawahyang selama ini sangat bergantung pada ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau. Kebijakan ini juga mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memperbaiki tata keloladistribusi pangan agar lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu menjawab berbagai tantanganyang muncul di lapangan.Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa seluruh pasokan Minyakita kinidifokuskan untuk pasar rakyat sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau. Kebijakan ini sekaligus menghentikan alokasi Minyakita untukprogram bantuan pangan dan mengarahkan distribusinya langsung kepada konsumen melaluijaringan perdagangan rakyat. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah berupayamemastikan komoditas strategis ini hadir di tempat yang paling dekat dengan kebutuhanmasyarakat sehari-hari.Pengalihan distribusi ini juga memperlihatkan adanya pendekatan yang lebih adaptif dalampengelolaan bantuan pangan. Pemerintah tidak lagi bergantung pada satu jenis komoditastertentu, melainkan menyesuaikan bantuan dengan kondisi pasar dan kebutuhan masyarakat. Ketika harga suatu komoditas mengalami penurunan, pemerintah dapat melakukan penyerapanmelalui berbagai program sosial, termasuk program Makan Bergizi Gratis. Pendekatan ini tidakhanya membantu menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga memberikan perlindungan kepadapetani dan peternak agar harga produk mereka tetap stabil.Dari perspektif ekonomi rakyat, keberadaan Minyakita di pasar tradisional memiliki arti yang sangat penting. Pasar rakyat masih menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Indonesia, terutama di daerah-daerah yang belum sepenuhnya terjangkau oleh jaringan ritel modern. Dengan memastikan pasokan Minyakita tersedia secara memadai di pasar rakyat, pemerintahsecara tidak langsung memperkuat peran pasar tradisional sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Pedagang kecil memperoleh kepastian pasokan, sementara masyarakat mendapatkan aksesterhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.Keberhasilan kebijakan ini tentu tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak. Kementerian Perdagangan terus melakukan koordinasi dengan produsen,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini