Warga Jakarta Harus Kembali Lagi Disiplin dengan Prokes

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, meminta warga Jakarta tetap disiplin dengan protokol kesehatan (prokes) di tengah terus meningkatnya kasus Covid-19 akibat subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

“Dengan adanya pelonggaran ini, kita minta masyarakat tetap melaksanakan prokes dan berhati-hati, terutama di tempat tertutup,” ujar lelaki dengan panggilan Ariza yang dikutip Minggu 26 Juni 2022 itu.

Saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap melaksanakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1.

Dengan tren kenaikan kasus covid-19 ini, Ariza menegaskan akan melakukan evaluasi bersama Satgas Penanganan Covid-19 dan pemerintah pusat.

Saat ini, kasus covid-19 terus menunjukkan tren kenaikan yang signifikan.

Kasus harian meningkat dari tiga minggu lalu masih di angka 1000, saat ini sudah tembus 2000 kasus.

Dalam setiap peningkatan kasus beberapa hari ini Jakarta Selalu menjadi penyumbang terbesar.

Pada Sabtu 25 Juni 2022, Jakarta menyumbang 900 an kasus Covid-19, sedangkan data kasus harian di seluruh Indonesia lebih dari 1.700 an

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini