Wajib Tahu Ni! Kurangi Makan Daging Bisa Cegah Positif Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Studi terbaru yang dikeluarkan oleh BMJ Nutrition Prevention & Health, Inggris merilis bahwa ternyata pola makan bisa berpengaruh untuk mengurangi potensi penyebaran virus corona.

Salah satu jenis pola makan yang bisa mengurangi persebaran covid-19 adalah mengurangi konsumsi makanan daging.

Mengutip Green Queen, hasil penelitian ini didapatkan setelah peneliti melibatkan 2.800 profesional kesehatan di Prancis, Jerman, Spanyol, Italia, Inggris, serta AS.

Selain itu, potensi covid-19 juga bisa dikurangi dengan melakukan pola makan nabati dengan sering mengonsumsi ikan.

“Hasil kami menunjukkan bahwa diet sehat yang kaya makanan padat nutrisi dapat dipertimbangkan,” ujar para peneliti dari beberapa universitas dan lembaga penelitian di seluruh AS.

Dari pemaparan studi itu, dijelaskan bahwa diet pescatarian atau tidak mengonsumsi daging, dikaitkan dengan pengurangan 59 persen gejala.

Hal ini mengindikasikan bahwa pola makan nabati lebih kaya nutrisi, terutama fitokimia, vitamin dan mineral bisa lebih sehat.

Tapi, disisi lain, penelitian ini menunjukkan bahwa mereka yang melakukan diet rendah karbohidrat dan tinggi protein Tetap berpotensi kena virus Corona. Mereka memiliki kemungkinan hampir empat kali lipat terkena infeksi covid-19.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Prabowo dan Upaya Memuliakan Guru Indonesia

Oleh: Febrian Rizki )*Presiden Prabowo Subianto menempatkan guru sebagai salah satu elemen terpenting dalam pembangunan bangsa. Bagi pemerintah, keberhasilan Indonesia menuju negara maju tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dibentuk melalui pendidikan. Dalam proses tersebut, guru memegang peran sentral sebagai penggerak utama lahirnya generasi yang berkarakter, berpengetahuan, dan memiliki daya saing tinggi.Komitmen terhadap penguatan peran guru menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo. Perhatian tersebut diwujudkan melalui kebijakan yang tidakhanya berfokus pada peningkatan kesejahteraan, tetapi juga menyentuh aspek profesionalisme, peningkatan kompetensi, dan penyederhanaan tata kelola pendidikan. Kebijakan peningkatan tunjangan guru menjadi salah satu bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan tenaga pendidik. Menteri Pendidikan Dasar dan Menegah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa pemerintah telah menaikkan tunjangan guru non-ASN dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Sementara itu, guru ASN memperoleh tunjangan sebesar satu kali gaji pokok sesuai ketentuan yang berlaku.Kenaikan tunjangan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalammemberikan penghargaan yang lebih layak kepada para...
- Advertisement -

Baca berita yang ini