Virus Corona Cepat Menyebar, Ini Langkah PMI Menanggulanginya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Wabah virus corona menjadi momok yang menakutkan bagi negara di dunia, tak terkecuali bagi Indonesia. Kendati belum ada temuan resmi mengenai kasus corona, namun pemerintah RI mengkhawatirkan hal ini.

Sekjen Palang Merah Indonesia (PMI), Sudirman Said mengatakan bahwa bila Wabah corona ini masuk ke Indonesia, pihaknya akan bersinergi dengan seluruh instrumen agar sebarannya bisa dikendalikan.

“PMI akan membantu pemerintah untuk memperluas kampanye dan edukasi publik atas risiko penyebaran. Bersama-sama masyarakat menjaga agar sebaran dapat dikendalikan,” katanya, mengutip Liputan6.com.

Dia menyebut, pihaknya juga pastinya akan senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah. Tak terkecuali juga menyiagakan para relawan guna membantu penaggulangan bencana tersebut.

PMI memberikan dukungan pada pemerintah dengan mengerahkan sumber daya yang dimiliki dengan menggunakan seluruh akses yang dimiliki baik para ahli, rumah sakit, posko, dan fasilitas pelayanan yang ada.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini