UMKM Diminta untuk Lirik Peluang Ekspor ke Singapura dan Malaysia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Kontribusi UMKM ke produk ekspor masih rendah, hal itu dikatakan Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi. Dirinya meminta para pelaku UMKM untuk melirik peluang pengiriman produk ke luar negeri.

Upaya ini bisa lebih dimulai untuk mengirimkan produk UMKM ke negara tetangga. Misalnya, ke Singapura atau Malaysia.

“Saya mengajak pelaku UMKM di Bangka Belitung untuk bahu membahu melihat peluang ekspor yang dapat kita mulai dengan negara tetangga terdekat kita yaitu singapura dan malaysia,” ujarnya.

Alasannya, kedua negara itu tercatat sebagai tujuan ekspor terbesar dari Bangka Belitung. Pada 2021, tercatat sebesar lebih dari 26 persen ekspor dari Bangka Belitung ke Singapura dan Malaysia.

“Dari sisi ekspor lebih dari 75 persen eksportir merupakan UMKM. Namun demikian kontriibusinya baru mencapai sekitar 4 persen terhadap total nilai ekspor indonesia,” katanya.

Padahal, pada dua tahun terakhir dalam kondisi pandemi ini, UMKM telah menjadi penggerak utama perekonomian Indonesia. Tercatat ada 64,19 juta UMKM di Indonesia pada 2021 lalu “(UMKM) memberikan kontribusi terhadap PDB nasional kita sebesar 61,97 persena tau senilai Rp8,6 triliun,” katanya.

“UMKM juga menyerap 119,6 juta atau 97 persen dari total tenaga kerja di Indonesia,” imbuh Mendag Lutfi.

Menurut data yang dimilikinya, nilai ekspor non migas Bangka Belitung pada 2021 mendapat USD 2,6 miliar. Angka ini mencatatkan pertumbuhan dari tahun sebelumnya.

“Secara total nilai ekspor non migas provinsi bangka belitung pada 2021 mencapai USD 2,6 miliar atau tumbuh 56,58 persen dari tahun sebelumnya dan menempati urutan ke 19 dari 30 provinsi di Republik Indonesia,” kata dia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Soal Wacana Hak Angket Bongkar Dugaan Kecurangan Pemilu 2024, Pakar Politik: Itu Tantangan Besar!

Mata Indonesia, Sleman - Usulan terkini untuk DPR mempertimbangkan hak angket guna menyelidiki potensi kecurangan dalam Pemilu 2024 semakin mendapatkan dukungan. Arya Budi, Pakar Politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), menyatakan bahwa rencana tersebut memiliki kemungkinan untuk direalisasikan dalam teori.
- Advertisement -

Baca berita yang ini