Trump Rencanakan Serangan ke Fasilitas Nuklir Iran, Frustasi Kalah Pilpres?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump lagi-lagi nyaris saja memancing keributan skala internasional, dengan merencanakan penyerangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada pekan lalu.

Untungnya, rencana itu tak jadi dilakukan. Opsi yang ditawarkan Trump, ditolak sejumlah pejabat tinggi di AS, karena risiko peningkatan konflik yang tinggi.

Mengutip Reuters, Selasa 17 November 2020, Trump membuat permintaan tersebut pada pertemuan Oval Office pada hari Kamis dengan para pejabat utama AS lainnya termasuk Wakil Presiden AS Mike Pence, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, pejabat baru Menteri Pertahanan Christopher Miller dan Jenderal Mark Milley, Penasehat keamanannya, dan Kepala Gabungan Staf.

Namun, ramai-ramai para pejabat yang hadir, menolak keras permintaan Trump dengan alasan keamanan internasional.

Permintaannya untuk opsi menyerang datang setelah laporan pengawas atom PBB menunjukkan bahwa Iran telah selesai memindahkan aliran sentrifugal canggih pertama dari pabrik di atas tanah di situs pengayaan uranium utamanya ke pabrik bawah tanah. Hal tersebut berupa pelanggaran baru kesepakatan nuklir 2015 dengan negara-negara besar.

Permintaan serangan terhadap fasilitas utama nuklir Iran di Natanz akan menjadi tantangan kebijakan luar negeri yang serius bagi pemerintahan Joe Biden.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Tanpa Kematian Sapi, Kasus PMK di Kulon Progo Berangsur Turun: DPP Beri Obat, Vitamin, dan Siapkan Vaksin 9.200 Dosis

Mata Indonesia, Kulon Progo - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo mencatat penurunan jumlah kasus aktif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi ternak. Meski sempat melonjak pada awal 2026, kondisi terbaru menunjukkan tren membaik.
- Advertisement -

Baca berita yang ini