Tim Velox Sosialisasikan New Normal di Terminal Bus Serang

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tim Velox milik Badan Intelijen Negara (BIN) terus menunjukkan kontribusinya bagi penanganan wabah corona di tanah air.

Yang teranyar, tim ini menggelar sosialisasi kepada para pengemudi angkutan umum dan pedagang di Terminal Bus Tipe A Pakupatan Kota Serang. Materi yang disampaikan adalah soal tata cara menghadapi tatanan normal baru (new normal).

Anggota tim Dekontaminasi Velox At Exactus BIN Rajendra Pranata mengatakan, sosialisasi ini perlu dilakukan agar masyarakat paham soal tatanan new normal yang akan dilakukan oleh Pemerintah.

Selain memberikan sosialisasi, pihaknya juga melakukan penyemprotan disinfektan, membagikan masker, dan memberi vitamin kepada para penumpang dan pedagang yang ada di terminal.

Tim Velox Sosialisasikan New Normal di Terminal Bus Serang

“Terminal merupakan lokasi yang berpotensi dalam penularan COVID-19,” ujarnya di Serang, Rabu 24 Juni 2020.

Kata Rajendra, sebelumnya timnya sudah melaksanakan kegiatan serupa di beberapa sejumlah fasilitas umum seperti halte, masjid, gereja, dan vihara.

Ia pun berharap masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dengan mencuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak serta selalu waspada.

“Bagi yang keluar rumah, bila tiba di rumah harus mencuci pakaian dan mandi baru bertemu keluarga. COVID-19 masih ada di mana-mana. Makanya, tetap harus waspada dan menaati protokol kesehatan,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Presiden Gunakan Reshuffle untuk Maksimalkan Capaian Program Strategis

Oleh: Windi Paramitha )*Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih sebagai langkah strategis untuk memastikan percepatan pelaksanaan program prioritas nasional. Presiden menempatkan reshuffle sebagai instrumen penting untuk menjaga efektivitas pemerintahan di tengah dinamika tantangan yang terus berkembang.Pelantikan pejabat baru yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada 27 April 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam melakukanpenyesuaian struktural. Pemerintah memandang penyegaran kabinetsebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja lembaganegara.Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung Presiden menegaskanpentingnya integritas dalam menjalankan amanah jabatan. Presidenmenekankan kesetiaan terhadap konstitusi serta tanggung jawab penuhdalam menjalankan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada negara.Struktur kabinet yang diperbarui menghadirkan sejumlah perubahansignifikan pada posisi strategis. Kepala Staf Kepresidenan sebelumnya, Muhammad Qodari, dipercaya mengemban tugas baru sebagai KepalaBadan Komunikasi Pemerintah. Perubahan ini diarahkan untukmemperkuat koordinasi komunikasi publik.Penunjukan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor StafKepresidenan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengendalianprogram prioritas. Pemerintah menilai pengalaman dan kapasitas Dudung mampu mendukung efektivitas koordinasi lintas sektor.Sektor lingkungan hidup juga mengalami penyesuaian kepemimpinan. Menteri Lingkungan Hidup yang baru, Jumhur Hidayat, diberikan amanahuntuk memperkuat kebijakan pengelolaan lingkungan secarakomprehensif. Pemerintah melihat latar belakangnya sebagai modal dalam memperluas pendekatan kebijakan.Peran Menteri Lingkungan Hidup sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq, tidakdihentikan melainkan dialihkan. Pemerintah menugaskan Hanif sebagaiWakil Menteri Koordinator Bidang Pangan guna mendukung penguatansektor strategis lainnya.Pengangkatan Abdul...
- Advertisement -

Baca berita yang ini