Terungkap, Alasan Sesungguhnya Nengmas Paksa Suaminya Menikah Lagi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Suami yang diantar menikah lagi oleh istrinya ternyata sempat galau sehingga dia merasa dipaksa menikah lagi. Ternyata sang istri Emas Putri Yanti yang biasa dipanggil Nengmas itu memiliki alasan bisnis agar suaminya, Abah Cijeungjing, tidak kerepotan mengurusi aktivitas hariannya.

Abah Cijengjing bernama asli Hafi Muhammad Khafi Firdaus adalah Imam Besar Sholawat Wabaarik Pusat, Pondok Pesantren Cijeungjing, Ciamis. Selain itu dia juga seorang pebisnis dan sering pergi keliling berdakwah.

“Jadi setelah diterima lamaran sebenarnya Abah galau, tetapi dipaksa untuk menikah oleh Nengmas,” ujar Abah dalam vlog Ustaz Derry Sulaiman yang dilihat Senin 10 Februari 2020.

Si Abah bahkan sempat pergi dari rumah selama delapan jam mengemudikan kendaraan tak tentu arah. Dalam perjalanan dia selalu singgah di setiap masjid untuk berdoa.

Keputusan poligami itu juga berdasarkan keputusan mereka selama dua tahun. Selama masa itu Nengmas sibuk mencarikan istri kedua buat suaminya.

Istri kedua Abah Cijeungjing kemudian diketahui juga seorang pebisnis. Ternyata Nengmas menilai kegiatan suaminya yang padat baik sebagai pebisnis, pengelola pondok pesantren dan berdakwah memerlukan tenaga baru.

Itu sebabnya, istri kedua Abah bakal membesarkan baitul mal yang kini sedang dikelola Abah Cijeungjing.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pelayanan Haji 2026 Mendapat Banyak Apresiasi

*) Oleh : Deva BarunaPelaksanaan ibadah haji tahun 2026 mendapat banyak apresiasi dari para jemaahIndonesia maupun berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraannya. Berbagaipembenahan layanan yang dilakukan sejak awal keberangkatan hingga kepulangandinilai memberikan kenyamanan yang lebih baik. Tidak sedikit jemaah yang mengakumerasa lebih tenang karena sistem pelayanan yang semakin tertata dan responsif. Mulai dari proses pemberangkatan di embarkasi, pendampingan selama di Tanah Suci, hingga layanan kesehatan dan konsumsi, semuanya berjalan dengan lebih baikdibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Situasi ini menjadi gambaran bahwa upayapeningkatan kualitas pelayanan haji terus menunjukkan hasil positif.Salah satu aspek yang paling banyak mendapat perhatian adalah peningkatanpelayanan transportasi dan akomodasi. Jemaah merasakan kemudahan saatperpindahan dari satu lokasi ibadah ke lokasi lainnya karena koordinasi petugas dinilailebih sigap dan terorganisasi. Bus antarjemput yang tersedia lebih teratur sehinggamampu mengurangi kepadatan dan antrean panjang, terutama saat puncakpelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Selain itu, fasilitas penginapanjuga dianggap semakin nyaman dengan kebersihan yang lebih terjaga serta jarak hotel yang relatif dekat dengan pusat kegiatan ibadah. Kondisi ini membuat jemaah, khususnya lanjut usia, merasa lebih terbantu dalam menjalankan rangkaian ibadah haji...
- Advertisement -

Baca berita yang ini