Tanggulangi Kemiskinan, Pemkab Sleman Launching Program Kampung Berkah dan Santunan Lansia

Baca Juga

Mata Indonesia, Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, meluncurkan program Kampung Berkah yang diinisiasi oleh BAZNAS Sleman di Kalurahan Pondokrejo Kapanewon Tempel pada hari Sabtu (5/8). Dalam kesempatan tersebut juga sekaligus diluncurkan program Santunan Lansia Seumur Hidup.

Dalam sambutannya, Danang mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Sleman yang telah membantu Pemkab Sleman dalam upaya menangani kemiskinan di Kabupaten Sleman. Diharapkan bantuan ini dapat memberdayakan masyarakat kurang mampu dan lansia, sehingga masyarakat dapat mandiri secara ekonomi.

“Saya juga berterimakasih kepada BAZNAS Sleman, dalam program Kampung Berkah ini juga diberikan bantuan untuk penanggulangan stunting,” ujarnya.

Ketua BAZNAS Sleman, Kriswanto, menjelaskan dalam program Kampung Berkah ini disalurkan bantuan melalui sejumlah program unggulan BAZNAS. Adapun rinciannya yakni program Sleman Sehat untuk bantuan kesehatan stunting kepada Siti Rohmah Budiati sebesar 1 juta rupiah. Program Sleman sehat untuk bantuan kesehatan gagal ginjal kepada Masfufatul Jannah sebesar 3 juta rupiah.

Program Sleman Peduli untuk bantuan Konsumtif Biaya Hidup kepada Cholifatun sebesar 1 juta rupiah. Program Sleman Taqwa untuk bantuan renovasi masjid Baitul Muslimin sebesar 2 juta rupiah. Dan program Sleman Produktif untuk bantuan modal usaha Kelompok Sumber Rezeki sebesar 10 juta rupiah.

“Program ini sebelumnya juga telah dilakukan di Kalurahan Wukirharjo Kapanewon Prambanan,” jelasnya.

Sedangkan program Santunan Lansia Seumur Hidup diberikan kepada 40 orang se-Kabupaten Sleman. Santunan yang diberikan berupa tunai sejumlah 300 ribu rupiah per orang dan Santunan paket logistik sembako. Bantuan ini diberikan setiap 3 bulan sekali.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini