Jenguk Cak Nun, Gus Yahya: Alhamdulillah Kesehatan Beliau Sudah Semakin Membaik

Baca Juga

Mata Indonesia, Yogyakarta – Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menjenguk cendekiawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) yang sedang dirawat di RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta.

Ditemani Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) kedatangan Gus Yahya langsung disambut Istri Cak Nun Novia Kolopaking, salah satu putri Cak Nun serta keluarga dan teman-teman dekat Cak Nun.

“Alhamdulillah kondisi Cak Nun terus membaik. Kita doakan untuk kesembuhan beliau,” kata Gus Yahya usai menjenguk Cak Nun, Jumat malam (4/8/2023).

Dari keterangan Novia, kata Gus Yahya, kondisi kesehatan Cak Nun sudah sangat membaik.

Bahkan beberapa hari ini, Cak Nun juga telah dipindahkan ke kamar perawatan biasa tepatnya di kamar paviliun rumah sakit.

Gus Yahya dan Gus Ipul memang bersahabat lama dengan Cak Nun. Bahkan dengan Novia juga mereka bersahabat sehingga dalam kunjungan kali ini mereka terlihat sangat akrab.

Gus Yahya tiba di RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta sekitar pukul 14.00 WIB dan baru keluar rumah sakit sekitar pukul 16.30 WIB.

Cak Nun dirawat di RSUP Dr Sardjito Yogjakarta sejak Kamis (6/7/2023) lalu. Saat ini Cak Nun sudah dalam proses pemulihan dan kondisinya terus membaik dan sudah bisa berkomunikasi dengan lancar. (*)

Terima kasih atas kerja samanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini