Sudah Uzur, Kontrak Ibrahimovic di Milan Malah Diperpanjang

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Di usianya yang sudah uzur sebagai pesepak bola, Zlatan Ibrahimovic malah dipastikan masih bertahan di AC Milan. Kabarnya, kontrak pemain berusia 39 tahun itu diperpanjang hingga musim depan.

Ibra didatangkan Milan pada bursa transfer musim dingin lalu. Kehadirannya diharap mampu membawa kebangkitan bagi Rossoneri yang performanya naik turun.

Sejak paruh musim pertama, skuat Stefano Pioli memetik lima kemenangan, tiga kali imbang, dan satu kekalahan atas Inter Milan dari total sembilan pertandingan yang telah dijalani.

Manajemen Milan melalui direktur olahraga Paolo Maldini sedang mempersiapkan perpanjangan kontrak selama enam bulan untuk pemain bernomor punggung 21. Syarat utamanya, Milan lolos ke Liga Champions.

Namun, belakangan kabarnya syarat itu telah dibatalkan. Milan berencana tetap memperpanjang kontrak Ibra, meskipun gagal finis di zona Liga Champions musim ini, seperti dikutip dari Calcio Mercato, Selasa 25 Februari 2020.

Milan baru saja menelan hasil imbang 1-1 melawan Fiorentina pada pekan ke-25 Serie A Liga Italia akhir pekan kemarin. Berkat hasil tersebut Rossoneri sementara berada di peringkat ketujuh dengan perolehan angka 36 poin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mahasiswa sampai Anak Desa, Presiden Mendengar Aspirasi Bangsa

Oleh: Ganesh Lepen Wengi *)Demonstrasi mahasiswa selalu memiliki tempat penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Mahasiswaseringkali menjadi kelompok pertama yang menangkap kegelisahan publik, mengartikulasikan persoalanbangsa, sekaligus mendorong lahirnya berbagai pembaruan kebijakan. Karena itu, kehadiran aksi mahasiswaadalah bagian dari mekanisme koreksi dalam negara demokrasi.Namun demikian, kualitas demokrasi tidak hanya diukur dari seberapa bebas masyarakat menyampaikankritik. Demokrasi juga diukur dari sejauh mana pemerintah bersedia mendengarkan, membuka ruang dialog, dan menerjemahkan berbagai aspirasi menjadi kebijakan yang lebih baik. Pada titik inilah dinamikademokrasi Indonesia hari ini layak diapresiasi.Belakangan berbagai aksi mahasiswa mengangkat isu mulai dari kondisi ekonomi, Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga Koperasi Desa Merah Putih. Aspirasi tersebut merupakan hak konstitusional yang patutdihormati. Yang menarik, pemerintah tidak memilih jalan penolakan ataupun pembatasan ruang berekspresi. Sebaliknya, berbagai kritik justru dijawab melalui evaluasi kebijakan, penyempurnaan program, hinggapenguatan koordinasi lintas kementerian.Direktur Eksekutif Kata Rakyat, Alwan Ola Riantobi, menilai salah satu indikator penting pemerintahanyang demokratis adalah kesediaannya menerima kritik dan membuka ruang dialog. Menurutnya, pemerintahtidak menutup diri terhadap demonstrasi mahasiswa, bahkan melakukan evaluasi terhadap berbagai program yang menjadi sorotan publik, termasuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang kini memasuki fasepembenahan tata kelola dan mitigasi. Ia juga menilai berbagai respons pemerintah terhadap pelemahanrupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini