Stok Ternak di Yogya Sangat Minim Jelang Idul Adha, DPP Cari Tambahan dari Daerah Sekitar

Baca Juga

MATA INDONESIA, YOGYAKARTA – Menjelang Idul Adha yang kurang dari satu bulan lagi stok ternak, baik sapi dan kambing di Kota Yogya belum mencukupi.

Maka, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Yogya akan memenuhinya dari daerah sekitar Yogya.

Kepala DPP Kota Yogya, Suyana, mengungkapkan kebutuhan hewan kurban untuk Idul Adha di kota tersebut diperkirakan sebanyak 5.702 ekor.

Rinciannya, sapi sekitar 1.902 ekor dan kambing sekitar 3.800 ekor.

“Kami tidak bisa memastikan kebutuhan kurban (tahun ini), karena tidak ada dasar untuk memprediksinya,” ujarnya Suyana, Senin 13 Juni 2022.

Akan tetapi, merujuk pada kebutuhan tahun 2021 itu, stok tahun ini bisa disebut jauh dari mencukupi.

Saat ini, stok sapi di peternak Kota Yogya hanya sekitar 100 ekor, sedangkan kambing hanya 570 ekor.

Agar bisa menyediakan sekitar 5.702 ekor Suyana menegaskan akan mengambil dari daerah seperti Sleman, Bantul, Purworejo, sampai Wonosobo.

Untuk meminimalisir tersebarnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), DPP Kota Yogya mengimbau masyarakat mengutamakan pembelian di wilayah sekitar kota saja.

Sementara, penjual sapi dan kambing yang hendak berjualan dadakan di Kota Yogya diminta menyiapkan surat sehat untuk hewan serta kandang isolasi.

Reporter: Muhamad Fauzul Abraar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Strategi 3B dalam Program MBG Bangun SDM Unggul

Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Pembangunan sumber daya manusia yang unggul tidak dapat dilepaskan darikualitas gizi sejak awal kehidupan. Karena itu, intervensi gizi pada ibu hamil, ibumenyusui, dan balita (3B) menjadi langkah penting untuk memastikan generasimasa depan tumbuh sehat dan optimal. Dalam konteks tersebut, strategi 3B dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG)menjadi pendekatan yang relevan dan tepat sasaran. Fokus pada kelompok rentanini menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM harus dimulai dari fase paling awal dalam siklus kehidupan manusia. Perhatian terhadap periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) menjadi kuncidalam upaya mencegah stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak. Jika kebutuhan gizi terpenuhi sejak masa kehamilan hingga balita, fondasi bagilahirnya generasi yang produktif dan berdaya saing akan semakin kuat. Hal tersebut senada dengan penyampaian Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, yang mengatakan bahwa 1.000 HPK merupakan fondasi utama dalam membentukkualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul.  Ia menuturkan, fase sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun Adalah masa emas yang tidak bisa terulang. Investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalahmemastikan setiap anak memperoleh gizi, kesehatan, dan pengasuhan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini