Sore Ini, IHSG Masih Terperangkap di Zona Merah

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) atau tolok ukur sejumlah perdagangan di BEI ditutup negatif sore ini. IHSG turun 1,82 persen ke level 6.219,43.

Sementara nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) ini melemah ke level Rp 14.040 atau turun 0,54 persen.

Mengutip data RTI business, sepanjang hari ini investor membukukan transaksi sebesar 8,73 triliun rupiah dengan volume transaksi sebesar 13,57 miliar saham.

Sementara, pelaku pasar asing melakukan aksi jual bersih di seluruh pasar sebesar 559,19 miliar rupiah.

Lalu, pada penutupan kali ini, 122 saham bergerak menguat, 297 turun dan 138 lainnya tidak bergerak.

Sementara itu,sejumlah indeks saham Asia juga terpantau bergerak melemah. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Hang Seng di Hong Kong turun 0,83 persen.

Indeks Nikkei225 di Jepang libur. Strait time index Singapura turun 0,24 persen. Shanghai composite index turun 0,02 persen.

Dua indeks saham di Eropa juga turun. Indeks GDAXI di Jerman turun 0,71 persen dan FTSE100 di Inggris turun 0,20 persen.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini