Sheikh Mohammed bin Zayed Jadi Penguasa Baru Uni Emirat Arab

Baca Juga

MATA INDONESIA, DUBAI – Penguasa de facto Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) terpilih sebagai presiden pada Sabtu 14 Mei 2022.

Dewan Tinggi Federal yang terdiri dari penguasa tujuh emirat di Uni Emirat Arab menunjuk MBZ sebagai pimpinan tertinggi di persatuan emirat ini.

MBZ menggantikan kakaknya, Sheikh Khalifa, yang berpulang sehari sebelumnya. Kini, MBZ menjadi penguasa negara kaya minyak yang didirikan oleh ayahnya pada 1971.

Penunjukan itu akhirnya meresmikan posisinya sebagai pemimpin negara. Dia telah memimpin negara berpenduduk 10 juta jiwa itu dari balik layar selama bertahun-tahun.

Selama menjadi penguasa di balik layar, MBZ memperkuat militer dengan teknologi tinggi. UEA juga mengirim seorang pria ke luar angkasa di bawah pimpinannya saat masih menjadi penguasa de facto.

Ia juga turut meluncurkan penyelidikan ke Mars dan membuka reaktor nuklir pertamanya. Pengaruh UEA pun melesat berkat sumber minyak dan kebijakan luar negeri yang tegas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini