Setelah Gempa, Tsunami Terdeteksi di Ternate

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Setelah gempa berkekuatan Magnitudo 7,1, BMKG mendeteksi keberadaan tsunami di Ternate dan Bitung, Maluku Utara.

“Tsunami akibat Gmp Mag:7.1SR, telah terdeteksi di Ternate,” tulis BMKG lewat akun Twitter-nya, @infoBMKG, Jumat 15 November 2019.

Sebelumnya, gempa berkekuatan Magnitudo 7,1 (awal dilaporkan M 7,4) mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara. BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami, lalu mencabutnya. Kemudian, tsunami terdeteksi di beberapa titik di Maluku Utara.

“Kami tidak memantau anomali pasang-surut air, tapi di sepanjang garis pantai memang ada surut air,” kata Kasi BPBD Kota Ternate Mansur, Jumat dinihari.

Saat ini, terpantau warga masih banyak yang berada di luar rumah untuk mencari perlindungan di tempat-tempat yang tinggi.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini