Selamat, 20 UKM Indonesia Lolos Sebagai Penyedia Official Merchandise G20

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebanyak 20 usaha kecil dan menengah (UKM) berhasil lolos menjadi penyedia official merchandise G20 Indonesia.

Sebelumnya, Kementerian Koperasi dan UKM melalui SMESCO bersama kurator independen telah melakukan kurasi terhadap produk UKM tersebut.

“Kami dari KemenkopUKM tentu saja memaksimalkan event G20 ini, bagaimana sebanyak mungkin UMKM kita bisa berpatisipasi,” kata Staf Ahli Menteri Bid. Produktivitas dan Daya Saing, Kementerian Koperasi dan UKM Eddy Satriya, Kamis 6 Oktober 2022.

Sebelumnya, tercatat 1.204 UKM mendaftar melalui www.dataukm.semsco.go.id.

Setelah diseleksi menjadi 20 UKM para pengurusnya melakukan presentasi produk secara online melalui fasilitas zoom.

Barulah dipilih 20 UKM menjadi penyedia official merchandise G20 Indonesia dengan kategori ada craft, fashion, makanan, kosmetik, dan wellness.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sekolah Rakyat: Strategi Negara Wujudkan Keadilan Pendidikan Nasional

Oleh : Nancy Rentalita )*Sekolah Rakyat hadir sebagai salah satu strategi negara dalam menjawab persoalan mendasaryang selama ini membayangi pembangunan sumber daya manusia di Indonesia, yakniketimpangan akses pendidikan. Dalam konteks negara kesejahteraan, pendidikan bukan sekadarlayanan publik, melainkan hak konstitusional yang wajib dipenuhi tanpa diskriminasi. Namun, realitas menunjukkan bahwa kelompok masyarakat miskin ekstrem masih menghadapi hambatanstruktural, mulai dari keterbatasan biaya hingga akses geografis yang tidak merata. Di sinilahSekolah Rakyat menjadi intervensi kebijakan yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesakuntuk memastikan keadilan pendidikan benar-benar terwujud secara nasional.Komitmen kuat pemerintah dalam memperluas akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat tercermin dari arah kebijakan yang menargetkan kehadiran minimal satu sekolah di setiapkabupaten/kota. Gagasan ini menegaskan bahwa negara tidak lagi menempatkan pendidikansebagai layanan yang bergantung pada kemampuan ekonomi masyarakat, melainkan sebagai hakyang dijamin kehadirannya hingga ke wilayah paling terpencil. Presiden Prabowo Subiantomemandang bahwa pemerataan fasilitas pendidikan melalui Sekolah Rakyat merupakan langkahstrategis untuk menghapus kesenjangan antarwilayah sekaligus mempercepat pengentasankemiskinan. Pandangan tersebut memperlihatkan adanya pendekatan yang sistematis dan terukurdalam membangun fondasi keadilan sosial melalui sektor pendidikan.Lebih jauh, kebijakan ini tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan agenda besarpembangunan nasional yang berorientasi pada peningkatan kualitas manusia Indonesia. SekolahRakyat dirancang untuk menjangkau kelompok yang selama ini berada di pinggiran sistempendidikan formal. Dengan menyediakan pendidikan gratis, fasilitas lengkap, serta pendekatanpembelajaran berbasis teknologi, negara berupaya menciptakan lingkungan belajar yang setaradengan sekolah unggulan pada umumnya. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyonomenggambarkan bahwa program ini merupakan implementasi langsung dari arahan presidenyang menekankan pentingnya kehadiran negara dalam menjamin akses pendidikan bagi seluruhlapisan masyarakat.Kehadiran Sekolah Rakyat juga memperlihatkan pergeseran paradigma dalam kebijakanpendidikan nasional. Jika sebelumnya pendekatan lebih banyak bersifat umum, kini pemerintahmengedepankan kebijakan afirmatif yang secara khusus menyasar kelompok rentan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menilai bahwa Sekolah Rakyat merupakan instrumen penting untukmenciptakan mobilitas sosial, di mana anak-anak dari keluarga miskin ekstrem memilikikesempatan yang sama untuk meraih pendidikan tinggi dan masa depan yang lebih baik. Dengandemikian, pendidikan tidak lagi menjadi faktor reproduksi ketimpangan, melainkan menjadi alattransformasi sosial yang efektif.Salah satu keunggulan dari Sekolah Rakyat terletak pada pendekatan holistik yang diterapkan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini