Sektor Logistik Paling Cepat Pulihkan Pertumbuhan Ekonomi Setelah Pandemi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Sektor logistik dan angkutan barang dinilai berpotensi paling cepat pulih dan mengalami pertumbuhan seusai pandemic covid-19. Hal itu diungkapkan oleh Pengamat transportasi Djoko Setijowarno.

“Logistik pasti meningkat, seperti ritel itu, masyarakat saat ini sudah terbiasa belanja secara daring. Jadi mobilitas yang sudah berjalan itu logistik dan angkutan barang,” katanya.

Djoko mengatakan kelancaran transportasi di bidang logistik menjadi penopang bangkitnya perekonomian Indonesia yang tengah terpuruk akibat pandemic covid-19.

Meskipun demikian, Ia mengatakan kondisi tersebut berbeda dengan transportasi angkutan penumpang.

Menurut dia, pandemi covid-19 secara signifikan telah menyebabkan turunnya pergerakan masyarakat di Indonesia.

Ia menilai sektor transportasi yang cukup tinggi seusai pandemi adalah pergerakan masyarakat menggunakan kendaraan pribadi.

“Mobilitas masyarakat paling tinggi nanti menggunakan kendaraan pribadi. Hal ini terjadi selain aturan syarat perjalanan, pemberlakuan protokol kesehatan, juga pembatasan kapasitas penumpang,” ujarnya.

Menurutnya operator transportasi harus inovatif dan kreatif agar mampu tetap bertahan. Tantangan juga masih dihadapi terkait kepatuhan penerapan protokol kesehatan pada angkutan pribadi dan sewa.

Ia menambahkan pemerintah juga perlu berupaya membangkitkan perekonomian sektor transportasi melalui kolaborasi dengan berbagai sektor, salah satunya sektor pariwisata untuk meningkatkan pergerakan masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dimethyl Ether dan Transformasi Ketahanan Energi Indonesia

Oleh : Ricky Rinaldi *)Ketahanan energi menjadi salah satu isu strategis yang menentukan arahpembangunan nasional di tengah dinamika global yang terus berubah. Ketergantungan terhadap energi impor, fluktuasi harga komoditas internasional, serta meningkatnya kebutuhan energi domestik menuntut Indonesia untukmelakukan transformasi kebijakan secara menyeluruh. Dalam konteks tersebut, pengembangan Dimethyl Ether (DME) menjadi salah satu langkah penting dalammemperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantunganterhadap impor LPG.DME dipandang sebagai alternatif energi yang memiliki potensi besar untukmendukung kebutuhan rumah tangga dan industri. Pemanfaatan sumber dayadomestik untuk produksi DME membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuatkemandirian energi. Dengan cadangan batu bara yang melimpah serta potensihilirisasi energi yang besar, pengembangan DME menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun sistem energi yang lebih berkelanjutan.Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan energi harus dibangunmelalui pemanfaatan sumber daya nasional secara optimal. Indonesia tidak dapatterus bergantung pada impor energi yang rentan terhadap gejolak global. Oleh karena itu, transformasi sektor energi menjadi prioritas untuk memastikan kebutuhanmasyarakat dapat terpenuhi secara stabil dan berkelanjutan.Pengembangan DME juga menjadi bagian dari agenda hilirisasi industri nasional. Selama ini, sumber daya alam Indonesia banyak diekspor dalam bentuk bahanmentah tanpa memberikan nilai tambah maksimal di dalam negeri. Melalui hilirisasi, komoditas domestik dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi yang mendukungkebutuhan nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menekankan bahwatransformasi energi harus diarahkan pada penguatan kemandirian nasional. Pengembangan DME tidak hanya bertujuan mengurangi impor LPG, tetapi juga memperkuat industri dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja baru. Denganpendekatan yang terintegrasi, sektor energi dapat menjadi motor pertumbuhanekonomi nasional.Salah satu keuntungan utama pengembangan DME adalah potensi penghematandevisa negara. Selama ini, impor LPG menjadi salah satu komponen besar dalampengeluaran energi nasional. Dengan memanfaatkan DME sebagai substitusi, ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi secara bertahap. Langkah inimemberikan ruang fiskal yang lebih besar bagi pemerintah untuk mendukung sektorstrategis lainnya.Selain aspek ekonomi, pengembangan DME juga memiliki dampak strategisterhadap stabilitas pasokan energi. Ketika dunia menghadapi ketidakpastiangeopolitik dan fluktuasi harga energi, negara yang memiliki sumber energi domestikyang kuat akan lebih siap menghadapi tekanan global. Dengan memperkuatproduksi energi dalam negeri,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini