Sekolah Tatap Muka Boleh Dibuka, Tapi Simak Nasihat Dokter Ini Dahulu

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sekolah tatap muka segera dimulai di tengah Pandemi Covid19 yang belum melandai. Idealnya, ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi sebagai dasar membuka sekolah tatap muka.

Pesan dari kandidat Ph.D pada Kobe University, dr. Adam Prabata itu diterima Mata Indonesia News, Kamis 1 April 2021.

“Pembukaan sekolah kembali disarankan dilakukan bila sejumlah hal sudah bisa dilakukan dengan baik,” ujar Adam.

Hal-hal itu adalah pemeriksaan PCR dengan baik skala besar pada orang yang bergejala dan tracing atau pelacakan kontak erat yang baik.

Selain itu, isolasi pasien positif Covid19 dengan baik, tindakan mitigasi optimal segera dilakukan bila ada kasus positif Covid19 di sekolah.

Guru dan karyawan sekolah sudah mendapat vaksin Covid19.

Langkah itu harus dipastikan berjalan dengan baik karena penutupan sekolah terbukti efektif menurunkan angka kasus baru Covid19 sebesar 40 persen – 60 persen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Prabowo dan Agenda Antisipasi Super El Nino demi Melindungi Petani serta Rakyat

Oleh : Ricky RinaldiPerubahan iklim menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi berbagainegara, termasuk Indonesia. Fenomena cuaca ekstrem seperti El Nino berpotensimemicu musim kemarau yang lebih panjang, meningkatkan risiko kekeringan, mengurangi produktivitas pertanian, serta memengaruhi ketersediaan pangannasional. Ancaman tersebut tidak hanya berdampak pada petani sebagai produsenpangan, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, kesiapsiagaan pemerintah dalam mengantisipasi potensi Super El Nino menjadi langkah strategis untuk melindungi petani sekaligus menjagaketahanan pangan nasional.Ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi utama pembangunan nasional. Ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan terjangkau menjadi kebutuhan dasaryang harus dijaga di tengah berbagai tantangan global, termasuk perubahan iklim. Pengalaman menghadapi El Nino pada tahun-tahun sebelumnya memberikanpelajaran bahwa antisipasi sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan penangananketika dampaknya telah meluas. Karena itu, berbagai langkah mitigasi terusdiperkuat agar sektor pertanian tetap mampu berproduksi meskipun menghadapikondisi cuaca yang tidak menentu.Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadikan ketahanan pangansebagai salah satu prioritas utama pemerintahannya. Menghadapi potensi fenomenaSuper El Nino yang diperkirakan dapat memengaruhi musim kemarau di Indonesia, Presiden memanggil jajaran terkait untuk memastikan kesiapan nasional, mulai darikecukupan cadangan pangan, penguatan infrastruktur pertanian, hingga langkah-langkah antisipatif bagi petani. Pemerintah menegaskan bahwa kesiapan tersebutmerupakan bagian dari strategi untuk memastikan masyarakat tetap memperolehakses pangan yang cukup meskipun menghadapi tantangan iklim ekstrem.Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini