Salurkan Bantuan Korban Gempa Sulbar, BNPB Perhatikan Protokol Kesehatan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sangat memperhatikan protokol kesehatan Covid19 saat membantu korban gempa di Sulawesi Barat (Sulbar) dengan membantu tenda isolasi, selain tenda pengungsi.

Saat mengunjungi daerah yang dihantam rentetan gempa bumi Kamis 14 Januari malam hingga Jumat 15 Januari 2021 dini hari tersebut Kepala BNPB Doni Monardo menyalurkan 8 tenda isolasi dan 10 tenda pengungsi.

Selain itu, 2.004 paket makanan tambahan gizi, 2.004 makanan siap saji, dan 1.002 paket lauk pauk.

Ada pula 700 lembar selimut, 5 unit penerangan light tower, 200 tempat tidur lipat, 500 paket perlengkapan bayi, 500 ribu boks masker kain, 700 pak mie sagu dan 30 genset 5 KVA.

“BNPB menyerahkan bantuan awal operasional untuk kebutuhan pokok senilai Rp 4 miliar,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi BNPB, Raditya Jati, Sabtu 16 Januari 2021.

Saat ini, PLN sudah memulihkan jaringan listrik di 528 gardu distribusi yang menyalurkan listrik ke 54.499 pelanggan.

Listrik di sebagian Majene dan Mamuju sudah menyala. Sisanya masih terus dalam perbaikan intensif.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini