Rekor Baru Jumlah Korban Covid-19, 14,224 Orang

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Makin mengkhawatirkan. Penularan virus corona di Indonesia semakin meluas.  Sejak 11 Januari 2020, penambahan kasus corona hariannya terus melonjak, dari kisaran 8.000an hingga terakhir mencapai 12.818 kasus pada Jumat 15 Januari 2021..

Hari ini, Sabtu 16 Januari 2021, kasus positif COVID-19 di Indonesia mencatatkan rekor penambahan tertingginya, yakni bertambah 14.224 orang Dengan tambahan ini, maka kini total kasus positif mencapai 896.642 orang.

Kabar baiknya, pasien sembuh juga meningkat sebanyak 8.662 orang. Sehingga, kasus sembuh akumulatif kini berjumlah 727.358 orang.

Jumlah kematian akibat COVID-19 di Indonesia masih sangat tinggi, yakni bertambah 283 orang dalam sehari terakhir. Dan total pasien meninggal mencapai 25.767 jiwa.

Penambahan kasus hari ini didapat dari pemeriksaan 63.300 spesimen. Sementara kasus suspek yang masih diamati sebanyak 69.414 orang.

Alih-alih mulai terkendali, kasus COVID-19 di Indonesia terus menunjukkan grafik yang meningkat tajam. Lonjakan ini disinyalir diakibatkan efek libur panjang akhir tahun.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bahkan menyebut puncak pandemi corona di Indonesia bisa saja terjadi pada akhir Januari atau awal Februari 2021.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini