Saat Dihabisi Drone Pemerintahan Trump, Jenderal Sulaimani Kantongi Doa Minta Perlindungan Allah SWT

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Hubungan Amerika Serikat dan Iran menjadi tegang setelah pasukan Trump membunuh jenderal berpengaruh Qaseem Sulaimani menggunakan drone. Salah satu cerita yang belakangan terkuak adalah penemuan secarik kertas lusuh yang diduga bertuliskan doa dari saku bajunya yang diduga permintaan perlindungan dari Allah SWT.

Doa itu itu seperti sebuah harapan agar Allah SWT memaafkan kesalahannya. Tulisan tersebut diunggah intelektual Islam, Haidar Bagir melalui akun twitternya Islam Cinta
@Haidar_Bagir.

“Secarik kertas lusuh yg ditemukan di saku Jendral Qaseem Sulaimani bertuliskan:
‘Duhai yg tak prnh menolak kebaikan walau sedikit & selalu memaafkan kesalahan walau banyak, terimalah dariku yg sedikit & maafkan kesalahanku yg banyak. Sungguh Kau Maha Pengampun & Maha Penyayang.’

Banyak netizen yang menyebut potongan tulisan tersebut adalah bagian dari doa Mafzai. Sebuah doa untuk meminta perlindungan dari Allah SWT.

Kini, Pemerintah Trump dan Iran maupun Irak di ambang perang. Trump bahkan sudah menambah pasukannya di Irak dan Iran sudah gatal menggerakkan roket-roketnya.

Berita Terbaru

WNA Operator Judi Daring Ditangkap, Pemerintah Tingkatkan Pengawasan Siber

Oleh: Ira Nurdini )*Pemerintah terus memperkuat pengawasan siber nasional menyusulterbongkarnya praktik judi daring internasional yang melibatkan ratusanwarga negara asing di Jakarta Barat. Langkah cepat aparat dalammengungkap jaringan tersebut dinilai menjadi bukti keseriusan negaradalam menjaga ruang digital Indonesia dari ancaman kejahatantransnasional yang semakin kompleks.Pengungkapan kasus ini bermula dari penyelidikan Bareskrim Polriterhadap aktivitas mencurigakan di kawasan Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat. Dari hasil operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan321 warga negara asing yang diduga menjalankan operasional judi daring secara terorganisir.Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra, menjelaskan bahwa penyidik saat ini masih terusmengembangkan kasus guna memburu aktor utama dan pihak perekrutyang berada di balik jaringan internasional tersebut. Polisi juga telahmengantongi data sponsor yang diduga membawa ratusan operator asingke Indonesia.Menurut Wira, proses pemeriksaan masih difokuskan pada pendalamanperan masing-masing pelaku, termasuk kemungkinan adanya pengendaliutama yang mengatur seluruh aktivitas perjudian daring tersebut. Hinggakini, penyidik baru menemukan pihak yang berperan sebagai koordinatordi tiap divisi pekerjaan.Keberadaan jaringan dengan struktur kerja yang rapi memperlihatkanbahwa praktik judi daring internasional kini dijalankan secara profesionaldan memanfaatkan sistem digital yang sulit dideteksi. Karena itu, aparattidak hanya berfokus pada penangkapan operator lapangan, tetapi jugapenelusuran terhadap jaringan yang lebih besar.Dari total 321 warga negara asing yang diamankan, sebanyak 275 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka berasal dari berbagai negaraseperti Vietnam, China, Laos, Myanmar,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini