Rafael Nadal Positif Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Petenis asal Spanyol, Rafael Nadal positif Covid-19. Dia mengumumkan kabar tersebut via Instagram dan Twitter.

Nadal dinyatakan positif Covid-19, Senin 20 Desember 2021. Petenis kidal itu baru saja pulang dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, melakoni pertandingan eksibisi.

“Hai semua. Saya ingin mengumumkan sekembalinya dari turnamen di Abu Dhabi, saya dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani tes PCR setibanya di Spanyol. Saat di Kuwait dan Abu Dhabi dilakukan tes setiap dua hari dan hasilnya negatif,” tulis Nadal.

“Saya mengalami momen kurang menyenangkan, tapi saya harap saya bisa lebih baik lagi sedikit demi sedikit. Saat ini saya di rumah dan sudah melaporkan hasil tes kepada semua yang melakukan kontak dengan saya,” ujarnya.

“Sebagai konsekuensinya, saya harus fleksibilitas dengan agenda saya dan akan menganalisis pilihan yang ada tergantung dari perkembangan kondisi. Saya akan memberikan informasi terkait keputusan mengikuti turnamen. Terima kasih atas semua dukungan dan pengertiannya,” ungkapnya.

Turnamen terdekat adalah Grand Slam Australia Open yang digelar pada Januari 2022. Tapi, semua petenis sudah harus berkumpul di Melbourne pada 28 Desember. Belum diketahui apakah Nadal bisa berpartisipasi atau tidak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini