Putin dan Zelenskiy Kompak Ucapkan Belasungkawa untuk Keluarga Kerajaan Inggris Atas Wafatnya Ratu Elizabeth

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dua pemimpin negara yang sedang berperang Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskiy sama-sama mengucapkan pernyataan belasungkawa atas berpulangnya Ratu Elizabeth II dari Inggris.

Vladimir Putin mengungkapkan rasa duka citanya kepada raja baru Inggris Charles III yang diharapkan ketabahannya menghadapi kematian sang ibu.

“Berharap ‘keberanian dan ketahanan’ raja baru setelah kematian ibunya,” ujar Putin seperti dilansir Kremlin oleh The Moscow Time, Jumat 9 September 2022.

Sementara Zelenskiy mengungkapkan rasa sedih yang mendalam saat mendengar kematian Yang Mulia Ratu Elizabeth II melalui akun media sosialnya.

Zelenskiy menyampaikan hal tersebut atas nama Rakyat Ukraina mengirimkan duka cita yang tulus kepada Keluarga Kerajaan Inggris dan seluruh warga Inggris Raya maupun negara-negara Commonwealth atas kehilangan tersebut.

Hingga kini kedua negara tersebut belum menunjukkan tanda-tanda akan menghentikan perang yang telah menyulitkan dunia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini