Prabowo Harus Tahu, Militer Indonesia Peringkat 15 Dunia!

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Banyak pihak yang menganggap capres nomor urut 02 meragukan kemampuan TNI dalam menjaga pertahanan negara. Hal itu tampak dari pernyataan-pernyataan Prabowo dalam Debat Keempat Capres, Sabtu 30 Maret 2019.

Prabowo sempat meragukan penasihat militer Presiden Joko Widodo. Ia menyinggung soal alutsista seperti kapal selam, pesawat, hingga skuadron fighters dan peluru kendali yang dimiliki oleh TNI untuk menjaga negara.

Namun, Prabowo harus tahu, militer Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata. Bahkan, TNI diakui oleh dunia dan masuk dalam 20 besar militer terkuat saat ini.

Mengutip Global Fire Power, dalam sebuah ranking militer terkuat di dunia yang diukur dari puluhan faktor lalu dinilai dalam bentuk PowerIndex atau ‘PwrIndx’, TNI menempati peringkat 15 di dunia.

Militer Indonesia memiliki PwrIndx sebesar 0.2804. Berada satu peringkat di atas Indonesia ada Iran dengan PwrIndx sebesar 0.2606.

Bahkan Indonesia lebih baik dari Israel yang berada di posisi ke-16. Secara mengejutkan, namun fakta, Indonesia jauh lebih baik dari negara-negara seperti Spanyol, Vietnam, Korea Utara, bahkan Australia.

Jadi, masih mau meragukan kemampuan TNI dalam menjaga Indonesia?

Berita Terbaru

Arah Kebijakan Fiskal Presiden Dorong Optimisme Dunia Usaha

Oleh: Hanif Putra )*Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal(KEM-PPKF) RAPBN 2027 membawa optimisme baru bagi dunia usahadan arah pembangunan ekonomi nasional. Pemerintah menunjukkan keyakinan bahwa Indonesia memiliki fondasiekonomi yang kuat untuk menghadapi tekanan global sekaligusmempercepat pertumbuhan nasional dalam beberapa tahun mendatang.Kehadiran langsung Presiden Prabowo dalam menyampaikan kerangkakebijakan fiskal dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuatkepercayaan publik dan pelaku usaha. Pemerintah ingin memastikanbahwa arah pembangunan ekonomi nasional berada dalam kendali yang jelas, terukur, dan berpihak pada kepentingan rakyat.Presiden Prabowo menegaskan Indonesia memiliki modal besar berupabonus demografi, pasar domestik yang luas, serta kekayaan sumber dayaalam yang melimpah. Pemerintah memandang kombinasi tersebutmenjadi kekuatan utama untuk mendorong pertumbuhan ekonominasional yang lebih mandiri dan berdaya saing tinggi.Pemerintah Indonesia optimistis pasar domestik nasional memilikikapasitas yang sangat besar dan mampu menjadi penggerak utamapertumbuhan ekonomi. Dengan jumlah penduduk yang besar dan konsumsi masyarakat yang terus berkembang, pemerintah menilaiIndonesia memiliki peluang menjadi salah satu pusat pertumbuhanekonomi dunia.Selain itu, Presiden Prabowo juga memaparkan ketangguhan ekonomiIndonesia melalui capaian ekspor sejumlah komoditas strategis sepanjang2025. Pemerintah mencatat minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduanbesi menjadi penyumbang devisa besar bagi negara dengan nilaimencapai lebih dari US$65 miliar atau sekitar Rp1.100 triliun per tahun.Pemerintah menilai capaian tersebut menunjukkan posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai perdagangan global. Potensi ekonominasional juga dinilai masih sangat besar karena Indonesia memilikisumber daya strategis lain seperti nikel, tembaga, logam tanah jarang, minyak bumi, dan kekayaan maritim yang belum dimaksimalkansepenuhnya.Melihat besarnya potensi tersebut, pemerintah berkomitmen memperkuattata kelola ekonomi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan anggarannegara. Presiden Prabowo menilai peningkatan rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto menjadi langkah penting agar kemampuan fiskal Indonesia semakin kuat dan mampu mendukungpembangunan jangka panjang.Pemerintah Indonesia juga mendorong upaya introspeksi nasional dalampengelolaan ekonomi agar kekayaan alam Indonesia benar-benarmemberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Langkah ini dinilaipenting untuk memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus mengurangiketergantungan terhadap tekanan ekonomi global.Arah kebijakan fiskal yang disampaikan Presiden mendapat sambutanpositif dari kalangan parlemen. Anggota DPR RI Fraksi PKS,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini