Perubahan Harga Pertalite Dipastikan Tidak Turunkan Daya Beli Rakyat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pemerintah tidak akan semena-mena memutuskan perubahan harga pertalite karena khawatir akan menjadi kontra produktif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Maka, soal perubahan harga pertalite tersebut akan diputuskan dengan hati-hati sekali setelah mendapat hasil perhitungan yang tepat.

“Ini menyangkut hajat hidup orang banyak jadi harus diputuskan dengan hati-hati,” ujar Presiden Jokowi, Selasa 23 Agustus 2022.

Presiden menghitung agar perubahan harga tersebut bisa menurunkan daya beli masyarakat sehingga menurunkan konsumsi rumah tangga.

Kepala negara tidak ingin perubahan harga pertalite justru akan memancing lonjakan inflasi yang memberatkan masyarakat.

Saat ini, inflasi Indonesia pada Juli 2022 (year on year) berada pada angka 4,94 persen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini