Persija Lepas Sutan Zico ke Klub Milik Atta Halilintar

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Persija resmi melepas salah satu penyerangnya, Sultan Zico ke klub milik Atta Halilintar, PS Pati, dengan alasan sulit bersaing di skuat Macan Kemayoran.

Saat ini Persija mengandalkan Marko Simic di lini depan. Sulit rasanya menggeser posisi pemain asal Kroasia tersebut. Melepaskan Zico menjadi pilihan yang tepat demi masa depan pemain tersebut.

“Persaingan di lini depan tim utama Persija saat ini tidak menjadi tempat berkembang yang pas untuk Zico,” ujar Direktur Olahraga, Ferry Paulus, di laman resmi klub.

Menurut Ferry, dengan adanya Simic, bermain di Liga 2 adalah opsi terbaik Zico untuk mematangkan diri karena berpotensi mendapatkan menit bermain lebih besar.

“Setelah berdiskusi, kami bersepakat bermain di level Liga 2 adalah yang terbaik untuk perkembangan karir Zico,” katanya.

Ferry mengatakan akan tetap memantau perkembangan pemain muda tersebut. Tidak menutup kemungkinan, terang Ferry, Persija kembali merekrut Zico andaikata mampu menunjukkan permain terbaik dan berkembang di Liga 2.

“Kami melepas Zico dengan klausul buy back agar di kemudian hari yang bersangkutan dapat kembali ke Persija. Saya berharap Zico dapat kembali ke Persija dengan energi dan semangat baru,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergitas Lintas Sektoral Pastikan Keamanan Arus Mudik

Oleh: Dwi Saputri)* Mudik Lebaran selalu menjadi momentum besar yang melibatkan pergerakan jutaanmasyarakat di seluruh Indonesia. Setiap tahun, tantangan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kepadatan arus transportasi, tetapi juga menyangkut kesiapanin frastruktur, keamanan perjalanan, hingga kelancaran distribusi logistik. Menghadapi dinamika tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terusmemperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Upaya kolektif ini menunjukkan bahwa penyelenggaraanmudik Lebaran bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kerja bersama yang menuntut koordinasi, kesiapan, dan komitmen dari seluruh elemen pemerintahan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan mengenai pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran tahun 2026, tercatat sebanyak 50,6 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik. Adapun pergerakan pemudik terbesarberasal dari Jawa Barat dengan sekitar 30,97 juta orang. Sementara itu, tujuan pemudikpaling banyak tercatat menuju wilayah Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 38,71 jutaorang. Data tersebut menggambarkan besarnya mobilitas masyarakat yang harusdikelola secara cermat agar arus perjalanan tetap terkendali. Besarnya jumlah pemudik ini tentu menuntut kesiapan sistem transportasi yang lebihmatang dibandingkan hari-hari biasa. Arus kendaraan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini