Lebih dari 2,62 Miliar Dosis Vaksin Covid19 Telah Disuntikkan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kampanye vaksinasi terbesar dalam sejarah sedang berlangsung. Lebih dari 2,62 miliar dosis telah diberikan di 180 negara, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Cina berada di urutan pertama sebagai negara terdepan di dunia dalam pemberian vaksinasi Covid19. Setidaknya sebanyak 1,1 miliar orang dari 1,4 miliar populasi di Negeri Tirai Bambu telah mendapatkan suntikan vaksinasi Covid19.

Di urutan kedua, Amerika Serikat (AS) yang telah memberikan 317,17 juta vaksin. Demi menekan laju penyebaran Covid19, pemerintah AS kian gencar melakukan vaksinasi terhadap warganya. Setidaknya 1,24 juta dosis per hari disuntikkan.

Sayangnya, distribusi vaksinasi Covid19 tidak berjalan seimbang. Negara dan wilayah dengan pendapatan tertinggi memberikan vaksinasi lebih lebih dari 30 kali lebih cepat ketimbang negara-negara dengan pendapatan menengah dan rendah.

Selanjutnya, salah satu negara dengan angka kematian tertinggi di dunia, India telah menyuntikkan 276,69 juta dosis. Brasil berada di urutan keempat dengan 86,47 juta dosis, Inggris Raya sebanyak 73,76 juta dosis, Jerman, 65,74 juta dosis, Prancis sebanyak 47,71 juta dosis, serta Italia sebanyak 45,57 juta dosis.

Sementara Indonesia berada di urutan ke-12 dengan 35,31 juta dosis, setelah Turki (41,51 juta dosis), Meksiko (39,62 juta dosis), dan Spanyol (35,41 juta dosis).

Sejak ditetapkan sebagai pandemi global, Covid19 telah menewaskan lebih dari 3,8 juta jiwa di seluruh dunia dengan 178,27 juta kasus dilaporkan, berdasarkan data Universitas John Hopkins, AS.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Akselerasi Hilirisasi sebagai Motor Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Oleh: Arga Pratama )* Pemerintah menempatkan hilirisasi sebagai strategi utama dalam mempercepattransformasi ekonomi nasional. Kebijakan ini tidak sekadar mengubah pola eksporbahan mentah menjadi produk bernilai tambah, tetapi dirancang sebagai fondasipenguatan struktur industri dan peningkatan daya saing Indonesia di tingkat global. Komitmen tersebut ditegaskan Presiden Prabowo Subianto saat memaparkan 18 proyek hilirisasi kepada pelaku usaha Amerika Serikat dalam forum di US Chamber of Commerce, Washington DC. Presiden menilai percepatan pembangunan industripengolahan menjadi langkah krusial agar Indonesia tidak lagi bergantung pada eksporkomoditas mentah. Menurut Presiden, proyek-proyek tersebut merupakan bagian dari strategi besar untukmendorong nilai tambah sumber daya alam, memperluas lapangan kerja, danmemperkuat fondasi industri nasional. Pemerintah juga menyiapkan proyek pengolahansampah menjadi energi senilai 3 miliar dolar AS sebagai bagian dari integrasi hilirisasidengan agenda ketahanan energi dan pengelolaan lingkungan. Dalam mendukung pembiayaan dan percepatan proyek, pemerintah mengandalkanperan Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia sebagai motor investasi. Presiden berpandangan bahwa penguatan industri pengolahan akan menjadi kunciagar Indonesia mampu naik kelas dalam rantai pasok global, sekaligus menarikperusahaan internasional untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi strategisdi kawasan. Akselerasi hilirisasi juga diperkuat oleh pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk pelabuhan, bandara, dan jalan tol. Langkah ini diarahkan untuk memastikanefisiensi logistik sehingga industri pengolahan dapat tumbuh dengan biaya yang kompetitif dan distribusi yang lancar. Di sektor energi dan mineral, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwapemerintah terus mengembangkan ekosistem industri baterai kendaraan listrik secaraterintegrasi. Rantai produksi mencakup pertambangan nikel, smelter, fasilitas HPAL, produksi prekursor dan katoda, hingga manufaktur sel baterai. Nilai investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai 7 hingga 8 miliar dolar AS. Fasilitas tahap awal berkapasitas 10 gigawatt telah beroperasi sejak 2023 dan akandiperluas dengan tambahan 20 gigawatt. Pemerintah memandang pengembangan inisebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasokglobal industri baterai dan kendaraan listrik. Bahlil menekankan bahwa hilirisasi harus memberikan nilai tambah maksimal bagiperekonomian nasional. Ia menilai ekosistem baterai tidak hanya meningkatkan nilaitambah mineral, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuatketahanan energi. Pasokan bahan baku nikel akan didukung oleh PT Aneka Tambang Tbk, dengan target kepemilikan mayoritas tetap berada di tangan negara sesuaiamanat konstitusi. Peran BUMN dalam akselerasi hilirisasi juga terlihat melalui MIND ID sebagai holding industri pertambangan. Sepanjang 2025, realisasi investasi sektor hilirisasi tercatatmencapai Rp584,1 triliun atau sekitar 30,2 persen dari total investasi nasionalRp1.931,2 triliun. Capaian ini menunjukkan hilirisasi telah menjadi motor utamapertumbuhan investasi. MIND ID memperkuat pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral seperti bauksit, tembaga, dan nikel. Di saat yang sama, fungsi hubungan masyarakatdan kelembagaan diperkuat untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikandukungan berkelanjutan terhadap proyek strategis. Head...
- Advertisement -

Baca berita yang ini