Perempuan Lebih Sulit Dideradikalisasi Dibandingkan Lelaki

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Perempuan lebih sulit dideradikalisasi dibandingkan lelaki, sehingga ini membutuhkan penanganan khusus.

Hal itu diungkapkan Direktur Pencegahan pada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ahmad Nurwakhid, dalam perbincangannya dengan Mata Milenial TV yang dilihat Minggu 21 Agustus 2022.

“Sebagai contoh kalau ada lelaki yang sudah dideradikalisasi ingin mengajak istrinya (yang terpapar paham teroris) bertobat, justru mendapat resistensi dan tak jarang mereka bercerai,” ujar Ahmad Nurwakhid.

Menurutnya, seorang perempuan itu lebih mudah terpapar paham terorisme tetapi sulit dideradikalisasi karena paham tersebut biasanya masuk ke dalam hati.

Sementara lelaki pada umumnya lebih logis sehingga lebih mudah dideradikalisasi dari paham terorisme.

Menurut Ahmad Nurwakhid persoalan deradikalisasi sebenarnya bukan perkara mudah karena menyangkut ideologi.

Maka, BNPT membutuhkan kerjasama antarinstansi untuk menangani kesulitan melakukan deradikalisasi tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini