Penyelesaian Masalah Papua Harus Libatkan Masyarakat Setempat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Masalah di Papua sekarang bukan tanggung jawab aparat keamanan semata tetapi harus dilakukan dengan melibatkan partisipasi masyarakat di provinsi paling timur Indonesia tersebut.

Hal itu merupakan pesan Analis Keamanan, Stepi Andriani yang dilihat Mata Indonesia News, Senin 21 Juni 2021.

“Sebab otonomi khusus dianggap gagal akibat partisipasi masyarakat setempat dinilai kurang,” ujar Stepi.

Itu sebabnya Otsus yang sudah sekitar Rp 150 triliun pada periode 2002-2021, menurut Stepi, tidak pernah mampu mengeliminir gerakan-gerakan yang ingin memisahkan Papua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Maka, untuk pembangunan Papua selanjutnya, Stepi menganjurkan agar terus dilakukan dengan meminimalisir hambatan-hambatan yang muncul.

Selain itu, pemerintah juga harus bisa menciptakan opini yang memihak kepada masyarakat Papua dan penegakkan hukum terhadap korupsi di sana.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini