Penyelesaian Masalah Papua Harus Libatkan Masyarakat Setempat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Masalah di Papua sekarang bukan tanggung jawab aparat keamanan semata tetapi harus dilakukan dengan melibatkan partisipasi masyarakat di provinsi paling timur Indonesia tersebut.

Hal itu merupakan pesan Analis Keamanan, Stepi Andriani yang dilihat Mata Indonesia News, Senin 21 Juni 2021.

“Sebab otonomi khusus dianggap gagal akibat partisipasi masyarakat setempat dinilai kurang,” ujar Stepi.

Itu sebabnya Otsus yang sudah sekitar Rp 150 triliun pada periode 2002-2021, menurut Stepi, tidak pernah mampu mengeliminir gerakan-gerakan yang ingin memisahkan Papua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Maka, untuk pembangunan Papua selanjutnya, Stepi menganjurkan agar terus dilakukan dengan meminimalisir hambatan-hambatan yang muncul.

Selain itu, pemerintah juga harus bisa menciptakan opini yang memihak kepada masyarakat Papua dan penegakkan hukum terhadap korupsi di sana.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Tanpa Kematian Sapi, Kasus PMK di Kulon Progo Berangsur Turun: DPP Beri Obat, Vitamin, dan Siapkan Vaksin 9.200 Dosis

Mata Indonesia, Kulon Progo - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo mencatat penurunan jumlah kasus aktif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi ternak. Meski sempat melonjak pada awal 2026, kondisi terbaru menunjukkan tren membaik.
- Advertisement -

Baca berita yang ini