Pemain Jerman Ini Balas Permalukan Ronaldo

Baca Juga

MATA INDONESIA, MUENCHEN – Pemain Jerman, Robin Gosens menjadi man-of-the-match saat mengalahkan Portugal. Dia membalas mempermalukan Cristiano Ronaldo.

Jerman mengalahkan Portugal 4-2 pada laga kedua penyisihan Grup F Piala Eropa 2020, Sabtu 19 Juni 2021. Portugal unggul lebih dulu melalui gol Ronaldo.

Jerman menyamakan skor melalui gol bunuh diri Ruben Dias yang mencoba menghalau umpan silang yang dilepaskan Gosens. Sebelumnya, pemain Atalanta itu sempat mencetak gol tapi dianulir.

Jerman balik unggul melalui gol bunuh diri Raphael Guerreiro. Gosens kembali berperan terciptanya gol ketiga Die Mannschaft. Umpan silangnya diselesaikan dengan sempurna oleh Kai Haverts, sebelum akhirnya dia mencatatkan nama di papan skor mencetak gol keempat.

Portugal mencetak gol kedua melalui Diogo Jota. Skor 4-2 bertahan hingga laga usai. Di laga ini, Gosens dinobatkan sebagai pemain terbaik. Setidaknya, ini membuktikan Gosens bukan pemain sembarangan.

Pasalnya, dulu dia pernah dipermalukan Ronaldo. Gosen mengaku mengidolai pemain Juventus itu. Pada suatu ketika, dia mendapat kesempatan untuk bertukar jersey dengan CR7, tepatnya di perempatfinal Piala Italia 2019.

Ketika pertandingan usai, Gosens menghampiri Ronaldo dan meminta tukar jersey. Sayang, permintaanya ditolak. Penolakan yang membuat malu.

“Setelah pertandingan melawan Juventus, saya berusaha mewujudkan impian saya dengan memiliki jersey Ronaldo. Setelah peluit panjang berbunyi, saya menghampirinya. Saya tak ikut selebrasi dengan rekan setim demi mengejar Ronaldo. Tapi, dia menolak,” tulis Gosens, dalam biografi bertajuk ‘Dreams are Worthwhile‘.

“Saya berkata: ‘Cristiano, bolehkah saya meminta jerseymu?’ Dia sama sekali tak melihat saya dan menjawab tidak.”

“Muka saya benar-benar merah dan saya malu. Saya langsung pergi dan merasa saya ini kecil sekali. Ketika Ada yang melihat insiden itu, pasti sangat memalukan. Itu yang saya rasakan dan berusaha menyembunyikannya.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini