Pengunjuk Rasa di MK Lebih Bermanfaat Bantu Korban Banjir Konawe, Ini Alasannya

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Pengunjuk rasa yang khawatir Prabowo-Sandiaga gagal menjadi presiden dan wakil presiden berrencana tinggal di sekitar Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) hingga 27 Juni 2019 saat hasil sengketa pilpres 2019 diumumkan. Mereka bahkan mempersiapkan diri membawa puluhan dus mi instan, sementara pengungsi banjir bandang sangat membutuhkan logistik saat ini.

Beberapa orang yang sudah berada di lokasi unjuk rasa tampak membawa lebih dari 100 dus mi instan dengan hrapan membuat mereka mampu bertahan hingga Kamis.

“Sama seperti tanggal 14, 18, 24, 25 Juni, tujuannya memberikan support kepada MK, supaya menjalankan tugas, memeriksa, mengadili, dan memutuskan sesuai dengan hukum,” kata mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa 25 Juni 2019.

Selain mi instan mereka juga membekali diri dengan roti dan minuman hangat yang dibawa sendiri.

Sejumlah pihak seperti Kepala Staf Presiden Moeldoko bahkan juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Andre Rosiade meminta tidak ada aksi tutup jalan lagi di depan MK.

Apalagi bertahan di situ sambil membawa bekal yang seharusnya bisa dimanfaatkan orang lain seperti pengungsi banjir bandang di Konawe Utara Sulawesi Tenggara.

Sudah seminggu ini sekitar 18.408 jiwa di Kabupaten Konawe masih belum berani pulang ke rumahnya masing-masing karena masih terendam air.

Mereka kini mulai terserang flu dan masih membutuhkan bantuan logistik. Jika mi instan yang dibawa para pengunjuk rasa tersebut bisa dialihkan untuk pengungsi Konawi akan jauh lebih bermanfaat.

Apalgi jika para pengunjuk rasa yang dipimpin Abdullah yang juga sahabat kuasa hukum Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjojanto, mengajak para peserta unjuk rasa membantu membersihkan rumah korban banjir bandang tersebut tentu lebih bermanfaat.

Sementara kegiatan yang mereka lakukan sekarang hanya menyulitkan aktivitas orang-orang yang ingin ke kantor di seputar Gedung MK akibat jalan di depan gedung tersebut mereka tutup.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini