Mata Indonesia, Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramadhani menyampaikan bahwa pemerintah terus memperkuat distribusi bantuan pangan sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global yang masih berlangsung. Melalui Perum Bulog, distribusi beras dan minyak goreng kepada jutaan keluarga penerima manfaat (KPM) terus dioptimalkan guna memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Ramdhani memastikan bahwa program bantuan pangan tahun 2026 tetap berjalan dengan fokus pada pemerataan distribusi dan ketepatan sasaran. Hingga saat ini, realisasi penyaluran telah mencapai sekitar 32.145.520 kilogram beras dan 6.438.104 liter minyak goreng kepada masyarakat. Meski demikian, capaian tersebut baru sekitar 4,83 persen dari total target nasional yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami laporkan ini terkendala karena kemarin administrasi kami terima di Maret akhir. Kemudian penyaluran Banpang (bantuan pangan) ini juga seiring dengan menjelang hari Ramadan dan Idulfitri,” kata Rizal dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta.
Rizal menjelaskan bahwa keterlambatan distribusi tidak terlepas dari faktor administratif yang baru diterima pada akhir Maret, serta adanya penyesuaian distribusi selama momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Pada periode tersebut, kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan meningkat signifikan, sehingga pemerintah harus melakukan pengaturan prioritas penyaluran secara cermat.
Bulog melakukan koordinasi intensif dengan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman serta Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Sinergi lintas kementerian ini bertujuan memastikan kebijakan distribusi berjalan efektif dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di masyarakat.
Langkah penguatan distribusi ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meredam dampak ketidakpastian global terhadap ekonomi domestik. Dengan menjaga pasokan pangan tetap tersedia dan harga tetap terkendali, pemerintah berupaya melindungi kelompok masyarakat rentan dari tekanan inflasi, khususnya pada komoditas kebutuhan pokok.
“Setelah momentum itu, Bulog kembali memaksimalkan penyaluran. Untuk Banpang (bantuan pangan) setelah Idul Fitri arahannya,” jelas Rizal. Pernyataan ini menegaskan bahwa percepatan distribusi akan dilakukan secara lebih agresif setelah periode puncak kebutuhan masyarakat terlewati.
Bulog juga menegaskan komitmennya untuk merampungkan distribusi bantuan hingga April 2026. Upaya percepatan akan difokuskan pada wilayah-wilayah dengan tingkat kebutuhan tinggi serta daerah yang sebelumnya mengalami keterlambatan penyaluran.

