Pemeriksaan Irjen Ferdy Sambo Karena Timsus Ingin Cari Tersangka Lain Dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Diterapkannya pasal 55 dan 56 KUHP terhadap Bharada E sebagai tersangka kasus penembakan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, menunjukkan ada dugaan pelaku lain yang juga ikut terlibat.

Hal itu diungkapkan Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso di Jakarta, Kamis 4 Agustus 2022.

Sugeng juga mensinyalir pemeriksaan mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Polisi Ferdy Sambo, Kamis ini ada kaitannya dengan penerapan pasal 55 dan 56 KUHP itu.

“Artinya penyidik sedang membidik tersangka lain yang turut serta bersama Bharada E melakukan pembunuhan pada Brigpol J dan atau yang membantu melakukan dengan menyediakan bantuan atas pembunuhan Brigpol J,” kata Sugeng.

Sugeng menjelaskan pemeriksaan Irjen Ferdy Sambo sebagai saksi pada hari ini merupakan prosedur wajib.

Penyidik, menurutnya harus melakukannya untuk membuat terang perkara penembakan yang terjadi di rumah dinas Kadiv Propam itu.

Pemeriksaan tersebut untuk membuat peran masing-masing orang yang ada di TKP terlihat perannya dalam tewasnya Brigadir J.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergitas Lintas Sektoral Pastikan Keamanan Arus Mudik

Oleh: Dwi Saputri)* Mudik Lebaran selalu menjadi momentum besar yang melibatkan pergerakan jutaanmasyarakat di seluruh Indonesia. Setiap tahun, tantangan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kepadatan arus transportasi, tetapi juga menyangkut kesiapanin frastruktur, keamanan perjalanan, hingga kelancaran distribusi logistik. Menghadapi dinamika tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terusmemperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Upaya kolektif ini menunjukkan bahwa penyelenggaraanmudik Lebaran bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kerja bersama yang menuntut koordinasi, kesiapan, dan komitmen dari seluruh elemen pemerintahan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan mengenai pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran tahun 2026, tercatat sebanyak 50,6 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik. Adapun pergerakan pemudik terbesarberasal dari Jawa Barat dengan sekitar 30,97 juta orang. Sementara itu, tujuan pemudikpaling banyak tercatat menuju wilayah Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 38,71 jutaorang. Data tersebut menggambarkan besarnya mobilitas masyarakat yang harusdikelola secara cermat agar arus perjalanan tetap terkendali. Besarnya jumlah pemudik ini tentu menuntut kesiapan sistem transportasi yang lebihmatang dibandingkan hari-hari biasa. Arus kendaraan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini