Pembuat Video Ancaman Gorok Kepala Mahfud, Terus Diburu Polda Jatim

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Polda Jawa Timur terus kejar pembuat video ancaman gorok kepala Menko Polhukam Mahfud MD.

Pembuat film berinisial LM tersebut adalah warga Karangpenang, Kecamatan Karangpenang, Sampang, Madura saat ini dalam status buronan penyidik polisi.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya, Senin 14 Desember 2020 menegaskan sudah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap yang bersangkutan.

Truno menjelaskan, Maskur adalah lelaki dalam video bertajuk ‘Peringatan Keras Warga Madura Untuk Mahfud MD Karena Kurang Ajar Kepada Habib Rizieq’ yang diunggah di akun YouTube Amazing Pasuruan.

“Kita melihat kalimat ancaman ini dimotivasi dari adanya solidaritas terhadap MRS (Muhammad Rizieq Shihab) yang kasusnya ditangani penyidik Metro Jaya,” ujarg Truno.

Sebelumnya, polisi juga telah menetapkan empat tersangka yang menyebarkan dan mengunggah video tersebut.

Ada dua tersangka merupakan anggota FPI yakni Muchammad Nawawi menjabat Wakil Ketua Bidang Organisasi FPI dan Abdul Hakam merupakan anggota HILMI atau Hilal Merah Indonesia, organisasi sayap FPI.

Sedangkan dua tersangka lainnya yakni Samsul Hadi dan Moch Sirojuddin merupakan simpatisan FPI.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini