Nasib Ketua KPK Firli Bahuri Kembali Ditentukan di Jumat Keramat Ini

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nasib Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri kembali ditentukan Jumat Keramat 4 September 2020 ini.

Dewan Pengawas KPK, menurut anggotanya Syamsuddin Haris akan memeriksa empat saksi dan Firli sendiri sebagai terperiksa.

Firli sebelumnya sudah memberi keterangan, namun tampaknya Dewas masih perlu mendalami keterangan dia.

Sementara saksi yang dihadirkan dalam sidang etik Jumat ini sebagian besar atau tiga orang dari luar KPK. Hanya seorang yang berasal dari KPK.

Semula sidang tersebut akan digelar Senin 31 Agustus 2020. Namun saat itu KPK sedang memerintahkan seluruh pegawainya bekerja dari rumah akibat Novel Baswedan dan beberapa pegawai terinfeksi Covid19.

Usai menghadiri pemeriksaan Selasa 25 Agustus 2020, Firli tidak mau mengungkapkan materi pemeriksaannya. Dia meminta hal itu disampaikan langsung oleh Dewas KPK.

Dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Firli tersebut diadukan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia ke Dewas KPK pada Rabu 24 Juni 2020.

Isinya soal perjalanan Firli pada Sabtu 20 Juni 2020 dari Palembang ke Baturaja, Sumatera Selatan untuk kepentingan pribadi keluarga, yakni ziarah ke makam orangtuanya.

Perjalanan tersebut menggunakan helikopter mewah milik perusahaan swasta dengan kode PK-JTO yang pernah digunakan Motivator dan pakar Marketing Tung Desem Waringin. Pesawat itu sering disebut Helimousine President Air.

MAKI menilai perbuatan Firli tersebut bertentangan dengan kode etik pimpinan KPK yang dilarang bergaya hidup mewah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini