Jakarta Jadi Penyumbang Terbanyak Kasus Covid19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kasus baru Covid19 pada Kamis 3 September 2020 di DKI Jakarta kembali mencatatkan sebagai penyumbang terbanyak untuk Indonesia. Dari 3.622 kasus baru di Indonesia, tercatat 1.406 kasus dari DKI atau sebesar 38,8 persen.

Jumlah penambahan tersebut juga lebih tinggi dari angka hari Minggu 30 Agustus 2020 yang mencatatkan 1.114 kasus baru Covid19.

Dengan pertambahan itu, Ibu Kota kini tercatat memiliki 43.709 kasus baru. Sedangkan di Indonesia tercatat 184.268 kasus positif Covid19.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia menegaskan penambahan tersebut sebenarnya bukan semata-mata angka penambahan Kamis. Sebanyak 1.137 kasus merupakan hasil penelusuran 2 September 2020 selain itu data dari tanggal lainnya yang belum dilaporkan.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyatakan sampai dengan 2 September 2020, sudah ada 750.326 sampel (sebelumnya 743.056 sampel) yang telah diperiksa dengan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mengetahui jejak Covid19 di lima wilayah DKI Jakarta lewat 54 laboratorium.

Untuk tes 2 September 2020 dilakukan tes PCR sebanyak 7.270 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, hasilnya 1.137 positif dan 6.133 negatif. Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 62.063.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini