Muncul Petisi Mundur, Ketum PSSI: Baca Aturannya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Mochamad Iriawan menanggapi petisi yang memintanya mundur dari jabatan sebagai Ketua Umum PSSI terkait tragedi Kanjuruhan.

Sebelumnya, Iriawan menjawab dengan senyuman ketika wartawan menanyakan soal adanya desakan mundur. Kini, pria yang akrab disapa Iwan Bule itu menjawab serius terkait munculnya petisi yang memintanya mundur sebagai bentuk tanggung jawab tragedi yang menewaskan 131 orang.

Iwan Bule mengatakan, petisi yang muncul meminta dirinya mundur sebagai ketua umum PSSI tak paham soal aturan.

“Saya tidak tahu. Tanyakan saja kepada yang membuat petisi. Karena aturannya sudah ada. Sudah tahu nggak aturannya? Sudah? Dibaca saja di situ (aturan),” ujarnya.

Iwan Bule mengatakan, sebagai bentuk tanggung jawab, dia memberikan perhatian kepada keluarga korban tragedi Kanjuruhan dengan berkunjung dan memberikan santunan.

“Ini bentuk tanggung jawab. Saya ini bukan, saya mundur, bukan. Tanggung jawab saya sampai hari ini di sini (Kanjuruhan) menemui korban, melihat ke lokasi. Saya berikan santunan, itu tanggung jawab saya,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini