Rizky Billar Ngaku Alami Gangguan Psikis, Netizen: yang Dianiaya Siapa, yang Terganggu Siapa

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Baru-baru ini Rizky Billar dipanggil untuk pemeriksaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukannya kepada sang istri, Lesti Kejora.

Namun, pada pemeriksaan pertama yang digelar pada Kamis, 6 Oktober 2022, Rizky Billar mangkir dan hanya diwakilkan oleh kuasa hukumnya, Adek Efril Manurung.

Dalam wawancara dengan awak media, Adek menjelaskan alasan mengapa Rizky Billar tidak hadir dalam pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan.

“Kita mewakili Billar, karena beliau juga lagi terganggu psikisnya, kemudian beliau juga lagi manggil ustadz, da nada kesibukan yang memang tidak bisa ditinggal,” ucap Adek.

Mendengar alasan yang disebutkan Adek Efril Manurung, netizen pun lantas merasa heran dengan Rizky Billar. Pasalnya, ia yang melakukan KDRT namun justru dirinya yang mengalami gangguan psikis.

“Yg d aniaya siapa yg psikisnya terganggu siapa….,” tulis netizen.

“Mulai stres dia….dia psikis terganggu lah gimana sama korban…parahhhh,” tambah netizen.

“Psikis terganggu after kdrt wkw , lawak kau billar,” timpal netizen.

“Keuangannya terganggu kali,” sahut netizen.

“ATM berjalan nya dah pergi mk ny kena mental,” tambah netizen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini