Mimbar Bebas Himapol Undana Kritik Kenaikan Tunjangan DPR

Baca Juga

Minews.id, Kota Kupang – Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik di Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menggelar kegiatan mimbar bebas pada Senin, 15 September 2025. Kegiatan ini berfokus menyikapi kenaikan tunjangan DPR RI dan DPRD NTT di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang tengah sulit.

Pemandu acara Ilan Hudun menyampaikan bahwa mimbar bebas ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan saran dan kritik terhadap isu yang aktual saat ini yaitu soal kenaikan tunjangan DPR RI dan DPRD NTT.

“Maka dipersilahkan bagi teman-teman yang ingin menyampaikan aspirasinya untuk dalam bentuk pidato ataupun puisi,” ujarnya.

Ketua Departemen Kasospol FISIP Undana Tabita Silaban menyampaikan bahwa kegiatan hari ini bertujuan melihat kondisi masyarakat NTT yang saat ini susah dan mahasiswa juga susah karena biaya kuliah makin tinggi.

“Sementara anggota DPR RI dan DPRD NTT malah menaikan tunjangannya. Mereka sepertinya tidak puas dengan gaji yang diterima selama ini. Maka mari kita sepakat untuk turunkan Tunjangan DPR RI dan DPRD NTT,” katanya.

Dirinya juga mengharapkan agar semua fasilitas kampus seperti AC, saluran air dan kebersihan toilet bisa diperbaiki pihak kampus agar bisa memberikan rasa nyaman dan aman bagi mahasiswa maupun dosen yang ada di Kampus Undana.

“Ke depannya, tak menutup kemungkinan kami juga bisa saja ikut serta dalam aksi unjuk rasa di luar untuk mengkritisi kebijakan pemerintah yang dinilai tidak transparan dan tidak adil bagi masyarakat,” ujar Mahasiswa Semester 5 Ilmu Politik Undana tersebut.

Sementara salah satu peserta kegiatan Veki Fallo menekankan bahwa NTT saat ini tercatat sebagai salah satu provinsi termiskin di Indonesia. Petani tidak bisa beli pupuk, nelayan berutang untuk beli beras dan ibu-ibu tidak mampu memenuhi kebutuhan anak-anaknya sehari-hari.

“Sementara DPRD RI dan DPRD NTT malah sibuk menaikkan Tunjangan perumahan dan tunjangan transportasi,” katanya.

Mimbar bebas tersebut bertujuan untuk menampung aspirasi mahasiswa dari 5 prodi pada FISIP Undana yaitu Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Komunikasi, Ilmu Politik, Sosiologi, dan Hubungan Internasional.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini