Wabup Sleman Tekankan Pentingnya Peran UMKM dalam Ekonomi Kerakyatan

Baca Juga

Mata Indonesia, Bantul – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menjadi narasumber atau keynote speech pada gelaran Muhammadiyah Jogja Expo ke 4 dengan tajuk “UMKM Lokal yang Mengglobal dan Peranan dalam Pembangunan Daerah” di Jogja Expo Center, Minggu (14/9).

Danang mengatakan UMKM merupakan salah satu pilar ekonomi kerakyatan karena dominasinya dalam penyerapan tenaga kerja, kontribusi besar terhadap PDB, kemampuan bertahan di masa krisis, mendorong kemandirian ekonomi, serta berperan dalam pemerataan pendapatan dan stabilitas nasional maupun daerah.

“Mari bersama-sama tingkatkan ekonomi kerakyatan melalui UMKM. Kita harus berkolaborasi baik dari pelaku UMKM, akademisi dan Pemerintah untuk menjaga keberlangsungan ekosistem UMKM tetap berjalan,” ujar Danang

Lebih lanjut, Danang menyampaikan untuk mengoptimalkan peran UMKM diperlukan dukungan pemerintah melalui akses modal, pelatihan, dan pengembangan teknologi digital agar UMKM dapat naik kelas dan menjadi tulang punggung ekonomi bangsa.

“Saya mengapresiasi Muhammadiyah melalui acara expo ini dapat menjadi salah satu wadah atau fasilitasi UMKM untuk mempromosikan, menjual dan berdiskusi dalam pengembangan UMKM kedepannya,” kata Danang

Danang berpesan bagi seluruh pelaku UMKM untuk terus berinovasi, pahami perilaku pasar dan konsumen, kelola usaha dan manajemen keuangan dengan baik dan bijak. Pelaku UMKM juga dapat memanfaatkan Mbizmarket untuk wadah UMKM dalam memasarkan produknya.

“Melalui sinergi seluruh stakeholder dalam memperkuat faktor pendukung diperlukan beberapa langkah strategis yakni mempermudah akses permodalan, pengembangan kapasitas SDM, pemanfaatan teknologi digital, serta pemberdayaan melalui digitalisasi,” pungkas Danang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergitas Lintas Sektoral Pastikan Keamanan Arus Mudik

Oleh: Dwi Saputri)* Mudik Lebaran selalu menjadi momentum besar yang melibatkan pergerakan jutaanmasyarakat di seluruh Indonesia. Setiap tahun, tantangan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kepadatan arus transportasi, tetapi juga menyangkut kesiapanin frastruktur, keamanan perjalanan, hingga kelancaran distribusi logistik. Menghadapi dinamika tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terusmemperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Upaya kolektif ini menunjukkan bahwa penyelenggaraanmudik Lebaran bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kerja bersama yang menuntut koordinasi, kesiapan, dan komitmen dari seluruh elemen pemerintahan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan mengenai pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran tahun 2026, tercatat sebanyak 50,6 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik. Adapun pergerakan pemudik terbesarberasal dari Jawa Barat dengan sekitar 30,97 juta orang. Sementara itu, tujuan pemudikpaling banyak tercatat menuju wilayah Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 38,71 jutaorang. Data tersebut menggambarkan besarnya mobilitas masyarakat yang harusdikelola secara cermat agar arus perjalanan tetap terkendali. Besarnya jumlah pemudik ini tentu menuntut kesiapan sistem transportasi yang lebihmatang dibandingkan hari-hari biasa. Arus kendaraan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini