Mendag dan Bahlil Lahadalia Dukung Arsjad Jadi Ketua Kadin

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dukungan kepada Arsjad Rasjid menuju kursi Ketua Kadin untuk periode 2021-2026 terus mengalir. Selain mendapat dukungan dari daerah, Arsjad juga mendapat dukungan dari Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

Menurut Lutfi, Arsjad adalah sosok yang memenuhi kriteria untuk melanjutkan estafet kepemimpinan Ketum Kadin saat ini, Rosan Roeslani.

“Saya tanpa reservasi mendukung Arsjad Rasjid sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia untuk masa bakti 2021 ke depan,” katanya, belum lama ini.

Ia mengaku telah mengenal Arsjad sejak menimba ilmu di Los Angeles, Amerika Serikat. Lutfi menilai Arsjad bisa memberi contoh bagi pelaku usaha nasional. Arsjad pun diharapkan bisa terus menjadikan Kadin Indonesia sebagai mitra strategis pemerintah.

“Saya lihat Arsjad dengan kerendahan hatinya dan ketabahan dalam menghadapi cobaan dalam berusaha. Saya juga melihat Indika dari permulaan berusaha sampai menjadi perusahaan yang menggurita sampai ke mana-mana dan menjadi acuan pengusaha Indonesia,” ujarnya.

Sementara, Bahlil menilai kalau Arsjad bisa menjadi mitra yang tepat bagi pemerintah dengan kemampuan komunikasinya. Dia menyebutkan peran Kadin Indonesia diperlukan dalam mendukung pemulihan ekonomi akibat pandemi corona.

Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah tak hanya memerlukan mitra yang bisa berkomunikasi secara formal, tetapi juga informal. Terlebih, keterlibatan dunia usaha dalam implementasi Undang-Undang Cipta Kerja sangat diperlukan.

Menurutnya, Arsjad memiliki gagasan ekonomi yang luar biasa dan memiliki pendalaman yang baik soal implementasi Undang-Undang Cipta Kerja.

“Positioning saya jelas, saya mendukung Bang Arsjad. Saya akan perjuangkan sampai menang jadi Ketum Kadin Indonesia periode selanjutnya yang akan menggantikan Bang Rosan. Pesan saya satu, ikuti apa yang dilakukan Bang Rosan,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Prioritas MBG untuk 3B, Investasi Gizi Masa Depan

Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Upaya menurunkan angka stunting di Indonesia membutuhkan pendekatan yang lebih terarah pada fase paling krusial dalam siklus kehidupan manusia. Karena itu, intervensi gizi pada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) menjadi langkahstrategis untuk memastikan generasi mendatang tumbuh sehat dan berkualitas. Dalam konteks tersebut, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memprioritaskan kelompok 3B menunjukkan arah kebijakan yang tepat. Fokus pada bumil, busui, dan balita berarti pemerintah menempatkan perhatian pada periodeemas 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), yang menjadi penentu utama tumbuhkembang anak. Jika intervensi gizi dilakukan secara konsisten sejak masa kehamilan hingga awalkehidupan anak, risiko stunting dapat ditekan secara signifikan. Dengan demikian, kebijakan gizi yang tepat sasaran bukan hanya program bantuan, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga(Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengandalkan program MBG kategori 3B sebagai strategi kunci untukmengatasi stunting sejak dini.  MBG 3B menjadi bagian integral dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam membangun sumber daya manusiaberkualitas, khususnya melalui pemenuhan gizi pada periode emas 1.000 HPK.  Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, mengatakan program...
- Advertisement -

Baca berita yang ini