Lebih Santai, Pensiun Nanti Valentino Rossi Bakal Lanjut ke Superbike

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Masa depan pebalap Yamaha Valentino Rossi terus menjadi sorotan beberapa pekan terakhir ini. Selain usianya yang sudah menginjak 40 tahun, Rossi juga tampil jeblok musim ini. Rider Italia itu baru meraih dua kali podium, tanpa kemenangan sama sekali, di MotoGP 2019.

Alhasil, pebalap dengan julukan The Doctor ini dirumorkan bakal pension dari MotoGp dan akan melanjutkan karier balapannya di Superbike.

Target meraih gelar ke-10 pun sulit dicapai Rossi dalam beberapa musim terakhir. Tak ayal, rumor juara dunia 9 kali balap motor itu santer dikabarkan akan pensiun.

Di tengah rumor tersebut, muncul sebuah saran untuk Rossi. Pebalap yang identik dengan nomor 46 itu disarankan melanjutkan balapan di Superbike.

“Saya mendorong Valentino Rossi untuk datang ke SBK. Paddock-nya jauh lebih santai di sini,” ujar Alvaro Bautista, eks rider MotoGP yang kini membalap di Superbike.

“Akan menyenangkan jika dia ada di sini juga. Ada pebalap yang lebih kuat berarti kemenangannya akan terasa lebih berharga,”.

Sebelumnya, ada banyak spekulasi kemana Rossi akan melanjutkan kariernya andai pensiun dari MotoGP. Kekasih Francesca Sofia Novello itu beberapa kali mengutarakan tertarik membalap reli.

Selanjutnya, Rossi akan membalap di MotoGP Republik Ceko di Sirkuit Brno, Minggu 4 Agustus 2019. Rossi berpeluang bangkit, sebab punya catatan impresif di sana yakni punya 7 kali kemenangan di Ceko.

Berita Terbaru

Strategi Pemerintah Menekan PHK dan Menjaga Produktivitas Industri Nasional

Oleh: Faiz Permana )*Stabilitas ketenagakerjaan menjadi salah satu fondasi penting dalammenjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional. Di tengahdinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian, pemerintah memilih mengambil langkah antisipatif dengan memperkuatsektor-sektor yang memiliki kemampuan besar dalam menyerap tenagakerja. Arah kebijakan tersebut terlihat dari rencana pemerintah menjadikan industri padat karya sebagai fokus utama kebijakan fiskal pada 2027. Pilihan ini dinilai tepat karena sektor padat karya selama ini menjaditulang punggung penyerapan tenaga kerja nasional dan memilikikontribusi besar terhadap aktivitas ekonomi di berbagai daerah.Pelaksana Harian Direktur Jenderal Stabilitas Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Ferry Ardiyanto, menjelaskan bahwa pemerintahtelah menyiapkan berbagai stimulus fiskal untuk memperkuat sektor-sektor yang memiliki daya serap tenaga kerja tinggi. Dukungan pemerintah terhadap dunia usaha diwujudkan melalui berbagaiinsentif fiskal. Salah satunya adalah insentif Pajak Penghasilan Pasal 21 Ditanggung Pemerintah bagi pekerja di sektor padat karya dan pariwisata. Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligusmemberikan ruang bagi perusahaan untuk tetap mempertahankanoperasional usahanya.Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian serius. Melalui program magang bagi lulusan baru, pemerintah berupayamempercepat proses adaptasi generasi muda terhadap kebutuhan dunia kerja. Pengalaman kerja yang diperoleh melalui program tersebut akanmenjadi modal penting bagi pencari kerja untuk meningkatkan dayasaingnya.Skema pemberian uang saku setara upah minimum memberikan nilaitambah bagi peserta magang. Selain memperoleh pengalaman praktis, generasi muda juga mendapatkan dukungan ekonomi selama mengikutiproses pembelajaran di lingkungan kerja.Perlindungan terhadap pekerja transportasi daring diperkuat melaluipemberian diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan JaminanKesehatan Nasional sebesar 50 persen. Kebijakan ini menunjukkanbahwa perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada sektor formal, tetapijuga kepada kelompok pekerja yang menjadi bagian penting dari ekonomidigital.Penyerapan tenaga kerja di daerah juga diperkuat melalui program padatkarya tunai. Kehadiran program ini memiliki manfaat ganda karenamampu memberikan penghasilan kepada masyarakat sekaligusmendukung pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan daerah.Berbagai program prioritas nasional turut menjadi motor penciptaanlapangan kerja baru. Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satucontoh kebijakan yang memiliki dampak ekonomi luas karena melibatkanrantai pasok yang panjang, mulai dari penyediaan bahan baku hinggadistribusi.Perkiraan penyerapan sekitar 1,5 juta tenaga kerja melalui Program Makan Bergizi Gratis menunjukkan bahwa kebijakan sosial dapat berjalanberiringan dengan agenda penciptaan lapangan kerja. Efek ekonominyamenjangkau berbagai sektor usaha yang terlibat dalam pelaksanaannya.Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih juga memperlihatkanupaya pemerintah memperkuat ekonomi pesisir....
- Advertisement -

Baca berita yang ini