Laga Kedua Indonesia vs Curacao di Pakansari, Ini Cara PSSI Antisipasi Lapangan Banjir

Baca Juga

MATA INDONESIA, CIBINONG – Laga kedua FIFA Matchday antara Indonesia melawan Curacao digelar pada Selasa 27 September 2022 di Stadion Pakansari. PSSI sudah menyiapkan dua cara untuk mengatasi andai turun hujan dan lapangan banjir.

Di laga pertama, Indonesia mengalahkan Curacao 3-2 pada laga yang dihelat di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu 24 September 2022. Selanjutnya, kedua tim bertemu lagi di Stadion Pakansari.

Drainase Stadion Pakansari dinilai kurang memadai. Lapangan akan tergenang air jika hujan turun. Untuk mengantisipasi itu, PSSI sudah menyiapkan dua cara, yakni memperbaiki drainase dan menyiapkan sejumlah mesin penyedot air.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan berharap tidak turun hujan ketika pertandingan digelar agar laga berjalan lancar.

“Laporan Panpel, kalau tergenang ada beberapa alat penyedot yang sudah disiapkan. Agar kalau hujan air tidak tergenang. Jadi kami akan berikan yang terbaik di pertandingan kedua nanti, sembari berdoa semoga tidak hujan,” ujarnya.

Ketika disinggung apakah PSSI akan menggunakan jasa pawang hujan, pria yang disebut-sebut bakal maju sebagai calon Jabar 1 itu hanya tersenyum. Dia bilang, tidak dibutuhkan pawang hujan seperti yang terjadi di ajang MotoGP Mandalika.

Tak lupa, Iriawan berharap dukungan penuh suporter saat pertandingan melawan Curacao di Stadion Pakansari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini