Puas dengan Kinerja, PSSI Segera Perpanjang Kontrak Shin Tae-yong

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – PSSI akan memperpanjang kontrak pelatih Shin Tae-yong dalam waktu dekat. Kinerja pelatih asal Korea Selatan itu dinilai memuaskan.

PSSI mengontrak Shin Tae-yong pada 2019 dengan durasi empat tahun. Kontraknya baru akan berakhir usai Piala Dunia U-20 2023.

Melihat kinerja Shin Tae-yong yang berhasil meloloskan Timnas Indonesia dan Timnas U-20 ke Piala Asia, PSSI akan segera memberikan kontrak baru meski masa baktinya hingga 2023.

Selain kinerja positif, desakan dari warganet juga sedikit berpengaruh pada keputusan PSSI untuk segera memberikan kontrak baru untuk Shin Tae-yong.

“Saya sebagai Ketua Umum PSSI dan tentu sudah berkoordinasi dengan Exco akan memperpanjang kontrak Shin Tae-yong. Kita juga melihat di mana-mana desakan dari netizen agar STY diperpanjang juga menguat,” ujar Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

“Atas dasar itu, tentu selain melihat performa tim, PSSI akan memperpanjang kontrak yang bersangkutan. Untuk berapa tahun kontrak diperpanjang, kita akan diskusikan lebih lanjut,” katanya.

Dua hari lalu, Shin Tae-yong juga mencatatkan hasil apik dengan membawa timnas Indonesia mengalahkan Curacao 3-2 pada laga FIFA Matchday. Curacao punya rangking FIFA yang jauh di atas Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini