KSP Masih Mengancam, Penduduk Beoga, Papua Akan Dievakuasi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAYAPURA – Kelompok Separatis Papua (KSP) masih terus mengancam masyarakat Beoga, Polda Papua persiapkan rencana mengevakuasi mereka ke tempat aman.

Hal itu diungkapkan Kepala Polda (Kapolda) Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri, Senin 11 April 2021.

“Tidak mudah mengevakuasi mereka mengingat kondisi alamnya yang hanya bisa didarati pesawat kecil, sedangkan helikopter kapasitasnya terbatas,” ujar Kapolda Mathius.

Meski begitu, persiapan mengevakuasi terus dilakukan sampai menemukan cara terbaik memindahkan mereka.

Sementara aksi teror terakhir yang dilakukan KSP adalah percobaan pembakaran sebuah helikopter milik PT Ersa Air yang terparkir di Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak. Menurut Irjen Mathius, itu sebenarnya pesawat rusak.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Bandara, Herman Sujito yang menyatakan helikopter itu sudah terparkir sejak 31 Maret 2021 menunggu suku cadang untuk perbaikan.

Namun, kebrutalan KSP lebih dahulu membakar helikopter tersebut hingga bagian depannya hangus.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergitas Lintas Sektoral Pastikan Keamanan Arus Mudik

Oleh: Dwi Saputri)* Mudik Lebaran selalu menjadi momentum besar yang melibatkan pergerakan jutaanmasyarakat di seluruh Indonesia. Setiap tahun, tantangan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kepadatan arus transportasi, tetapi juga menyangkut kesiapanin frastruktur, keamanan perjalanan, hingga kelancaran distribusi logistik. Menghadapi dinamika tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terusmemperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Upaya kolektif ini menunjukkan bahwa penyelenggaraanmudik Lebaran bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kerja bersama yang menuntut koordinasi, kesiapan, dan komitmen dari seluruh elemen pemerintahan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan mengenai pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran tahun 2026, tercatat sebanyak 50,6 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik. Adapun pergerakan pemudik terbesarberasal dari Jawa Barat dengan sekitar 30,97 juta orang. Sementara itu, tujuan pemudikpaling banyak tercatat menuju wilayah Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 38,71 jutaorang. Data tersebut menggambarkan besarnya mobilitas masyarakat yang harusdikelola secara cermat agar arus perjalanan tetap terkendali. Besarnya jumlah pemudik ini tentu menuntut kesiapan sistem transportasi yang lebihmatang dibandingkan hari-hari biasa. Arus kendaraan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini