Mesir dan Lebanon Curi Start Umumkan 1 Ramadan Jatuh pada 13 April

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Otoritas keagamaan Mesir dan Lebanon sudah menyatakan, bahwa 1 Ramadan 1442 Hijriah akan jatuh bertepatan pada Selasa 13 April 2021.

“13 April akan menjadi hari pertama Ramadan,” kata Dar al-Ifta dari Mesir, lembaga yang mengeluarkan fatwa agama, seperti dikutip dari AFP, Senin 12 April 2021.

Sementara di Lebanon, pengumuman bulan suci Ramadan disampaikan ulama Muslim Sunni Agung Mufti Sheikh Abdellatif Deryan.

Untuk Arab Saudi, sementara ini belum ada pengumuman resmi kapan awal Ramadan. Pemantauan bulan sabit yang digunakan untuk menentukan awal bulan suci, belum terlihat pada Minggu 11 April, dan obeservasi akan dilanjutkan hari ini.

Di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbat penentuan awal Ramadan 1442 H pada Senin 12 April hari ini, dengan melibatkan sejumlah organisasi keislaman dan pihak-pihak terkait.

Sebelum Sidang Isbat dimulai, akan dilakukan pemantauan atau rukuyatul hilal di 86 titik, yang tersebar di 34 provinsi.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini