Klaim Dapat Dukungan dari Gubernur NTT, Komite Referendum Konstitusi Siap Dorong Jokowi 3 Periode

Baca Juga

MATA INDONESIA, KUPANG – Sekelompok orang yang tergabung dalam Komite Referendum Konstitusi mendorong agar Jokowi bisa melanjutkan 3 periode kepemimpinan sebagai Presiden RI pada Pilpres 2024.

Ketua Komite Referendum Konstitusi Pius Rengka mengungkapkan bahwa sebenarnya banyak orang di Indonesia termasuk di NTT menginginkan agar Jokowi melanjutkan kepemimpinannya menjadi 3 periode atau tidak hanya berhenti di 2 periode saja.

Namun periodisasi kepemimpinan untuk Presiden RI itu diatur dalam Pasal 7 ayat 2 UUD 1945 yang menjelaskan bahwa Presiden dapat dipilih untuk masa jabatan 5 tahun dan dapat dipilih kembali untuk satu periode lagi.

“Kalau dihadapkan pada hasrat rakyat NTT yang menginginkan Jokowi maju 3 periode. Hal ini tentu saja menghalangi ketentuan konstitusi. Maka Komite Referendum Konstitusi ini memperjuangkan aspirasi masyarakat untuk dikomunikasikan ke berbagai pihak bahwa keinginan masyarakat agar Jokowi melanjutkan kepemimpinannya menjadi 3 periode hanya bisa terwujud, bila ada perubahan atau amandemen dalam UUD 1945,” ujar Pius saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 19 Mei 2022.

Ia mengatakan bahwa rencana ini sudah direstui oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.

“Karena saya hidup di NTT. Saya juga melaporkan itu kepada Gubernur, apalagi saya di sini kan sebagai staf khusus Gubernur. Ya Gubernur memberikan jawaban bahwa kalau ada gerakan tersebut, itu kan salah satu sisi demokrasi, ya silahkan saja,” katanya.

Pius juga menambahkan bahwa amandemen ini bisa terwujud bila ada gagasan dalam masyarakat dan ada prosedur-prosedur politik yang terjadi, baik di DPR, MPR maupun partai-partai politik.

“Untuk di NTT, gerakan ini sudah terbentuk sejak Juni 2021 dan sudah meluas. Kita punya orang di memiliki anggota yang tersebar di Ende, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Bajawa, Nagekeo, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, daratan Sumba, daratan Timor, Rote dan Sabu,” ujarnya.

Adapun Komite Referendum Konstitusi bakal menyerahkan naskah jajak pendapat tentang periodisasi jabatan Presiden RI menjadi 3 periode ke DPRD NTT dan Gubernur NTT pada 20 Mei 2022.

Menurut Pius, hal ini juga mau menunjukkan kepada masyarakat bahwa selama ini yang mendukung 3 periode itu bukan hanya dirinya bersama 20 atau 30 orang lainnya.

“Tapi ada kekuatan besar di Kota Kupang yang mendukung rencana ini. Untung saja kami tidak punya dana untuk menggerakkan aksi ini, kalau tidak bisa berkembang ke TTS hingga Belu atau seluruh daratan Timor,” katanya.

Pius melanjutkan bahwa dukungan untuk Jokowi 3 periode juga dipengaruhi karena kecintaan terhadap Jokowi yang intensitas kunjungannya ke NTT yang sudah belasan kali. Hal ini menjadinya sebagai presiden dalam sejarah Indonesia yang paling banyak mengunjungi NTT.

Menurutnya, hal ini juga berkat relasi antara Gubernur NTT dengan kekuatan struktural yang berada di atasnya sehingga Jokowi memberikan perhatian yang cukup besar kepada NTT.

Sehingga masyarakat melihat Jokowi adalah pribadi yang sangat baik sehingga apa salahnya kalau mendorong sosok yang sangat baik ini maju 3 periode lagi, asalkan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini